Home » » Cegah Omicron, Manfaatkan Berlibur Di Dalam Negeri

Cegah Omicron, Manfaatkan Berlibur Di Dalam Negeri

Posted by Berita Indonesia Mandiri on Desember 28, 2021

Pemerintah perketat pintu kedatangan bagi kedatangan dari luar negeri
Jakarta (IndonesiaMandiri) – “Hingga saat ini kasus konfirmasi Omicron di Indonesia telah mencapai 46 kasus, hampir seluruhnya berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Sisanya adalah petugas di Wisma Atlet,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Panjaitan, dalam keterangan persnya bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi G. Sadikin (27/12).

Hingga Hari Minggu (26/12), penyebaran Omicron di dunia semakin meluas. "Telah terdeteksi di 115 negara dunia dengan total kasus mencapai lebih dari 184 ribu," tuturnya. Topik utama yang dijelaskan dalam konferensi pers virtual ini adalah mengenai perkembangan pencegahan dan penanganan Varian Omicron.

Dengan perkembangan itu, Luhut mengajak para orang tua di daerah yang telah memulai vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak, segera membawa anak-anaknya agar divaksinasi. "Kita tetap harus hati-hati, karena data di negara lain menunjukkan kasus anak mengalami peningkatan karena Omicron," tambahnya.

Terpenting, digarisbwahi, agar seluruh masyarakat tak melakukan perjalanan ke luar negeri yang sifatnya liburan. Sebaliknya, mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan liburan di dalam negeri saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatanb (prokes) untuk mencegah penularan Varian Omicron serta meningkatkan akselerasi pemulihan ekonomi dalam negeri.  “Tempat wisata domestik tidak kalah cantik dengan yang diluar,” saran Luhut.

Lebih jauh, menyikapi penyebaran varian Omicron yang semakin meluas, pintu masuk ke Indonesia akan terus diperketat, baik dari darat, laut maupun udara. Pengetatan karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) selama 10-14 hari terus dilakukan serta diperketat. Berbagai scenario telah disiapkan Pemerintah antisipasi menghadapi lonjakan kedatangan PPLN yang diperkirakan terjadi pada awal 2022.

“Tidak boleh ada permintaan dispensasi bagi hal yang tidak perlu kecuali misalnya untuk keperluan berobat atau hal penting lainnya,” jelas Luhut soal pengetatan karantina pasca kedatangan PPLN.  Pemerintah tengah menyiapkan Bandara Juanda Sidoarjo sebagai alternatif pintu kedatangan Luar Negeri berikut wisma untuk karantinanya.

“Pengetatan kegiatan masyarakat akan tetap dilakukan, ketika sudah melebihi threshold (ambang batas) tertentu dengan memerhatikan kasus harian, juga kasus perawatan rumah sakit dan kematian,” sebut Luhut. Pemerintah terus memperkuat testing dan tracing untuk mengidentifikasi potensi penyebaran kasus dengan cepat.

Pasalnya, Varian Omicron ini banyak yang teridentifikasi OTG (orang tanpa gejala) sehingga tracing menjadi kunci penting. “Langkah lockdown di level mikro seperti yang kita lakukan di Wisma Atlet dapat diimplementasikan seandainya transmisi lokal Omicron terdeteksi melalui metode tersebut,” kisah Luhut.

Capaian vaksinasi secara keseluruhan telah menunjukan angka yang baik. Untuk vaksinasi dosis 1 dan 2 di Jawa-Bali masing-masing telah mencapai lebih dari 80 persen dan 60 persen. Namun masih ada beberapa daerah yang vaksinasi dosis 1 dibawah 50 persen, yang akan terus digenjot.

Menkes Budi menambahkan, empat taktik utama dalam menangani varian ini, yaitu protokol kesehatan, surveilans (3T), vaksinasi, dan perawatan. “Jangan keluar negeri dulu, ini sudah terbukti varian ini dibawa dari luar negeri dan banyak masyarakat yang terjangkit karena habis melakukan perjalanan dari luar negeri," paparnya. Khusus mengenai karantina, Budi meminta dengan sangat agar para PPLN patuh supaya mencegah 270 juta masyarakat Indonesia lain terjangkit Varian Omicron.

Masyarakat dihimbau berlibur di dalam negeri dengan tetap mematuhi prokes
Guna memantau cepat di pintu-pintu kedatangan luar negeri, Menkes menyampaikan pemerintah akan menggunakan  teknologi baru dalam penggunaan PCR yang dapat mendeteksi Varian Omicron. “Kami juga membeli genome sequencing  baru, yang akan masuk pada awal tahun depan dan akan disebarkan secara luas di seluruh Indonesia,” terang Menkes (ma).

Foto: istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Berita Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »