Home » » WSBK Ciptakan Multiplier Effect Pariwisata di Lombok

WSBK Ciptakan Multiplier Effect Pariwisata di Lombok

Posted by Berita Indonesia Mandiri on November 30, 2021

Hunian hotel di Mandalika tembus 95 persen imbas ajang WSBK
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, ajang World Superbike (WSBK) telah menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Misalnya, melonjaknya tingkat okupansi hotel di NTB mencapai 95 persen.

Saat jumpa pers (29/11), Sandiaga menyebut, WSBK juga membuka peluang kerja dengan terserapnya 1.475 tenaga kerja dari NTB, termasuk penduduk dari enam desa penyangga di sekitar Mandalika. Mereka bertugas sebagai marshal, COVID-19 safety, kru medis, kru event, crowd control, dokumentasi, kebersihan, tiket, transportasi, sampai pengelola sampah.

Salah satu pelaku pariwisata di Lombok pada bidang penyewaan jasa transportasi bahkan bisa meraih omzet hampir Rp70 juta perbulan, dari yang sebelumnya Rp10-15 juta perbulan.

"Saya mendapat laporan bahwa World Superbike sudah membawa peningkatan yang signifikan, dan menciptakan lapangan pekerjaan yang luar biasa. Dan paling membahagiakan, saya mendapat laporan bahwa homestay yang kita bangun, hingga sarana pariwisata penuh kunjungan dari pengunjung World Superbike," kata Sandiaga.

Sandiaga juga menjelaskan, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan telah kembali mengubah durasi karantina bagi Warga Negara Asing (WNA) dan WNI yang datang dari luar negeri dari tiga hari menjadi tujuh hari masa karantina. Langkah itu dilakukan untuk mencegah COVID-19 varian Omicron (B 1.1.529). Pemerintah akan mengutamakan faktor kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia agar tidak terulang lonjakan kasus seperti Juli 2021.

Sandiaga ikut memperkenalkan produk ekonomi kreatif yaitu Bio Sneakers NODE (No Deforestation), yaitu sepatu dengan serat alam lokal, diproduksi dengan pertimbangan lingkungan. Dan Helm Trooper, salah satu produk helm lokal dengan sentuhan kreativitas tangan berupa lukisan unik di helm. “Kita harus bangga dengan produk lokal dari anak muda Indonesia yang kreatif ini," ajaknya.

Sandiaga (tengah berjas) bersama pembuat sepatu dan helm produk lokal
Director PT Karya Adyatma Sejahtera – Bio Sneakers NODE, David Chrisnaldi, menjelaskan bahwa produk sepatu NODE 100% dari tanaman. Komponen utama eco-friendly pada sneakers ini antara lain serat rami yang lembut dan kuat, serat bamboo antibakteri, kapas, karet alam, minyak kelapa, dan tentunya nanobiolisilika dari sekam padi hasil penelitian dari Balitbangtan.

Sementara Chief Creative Relation Helm Trooper Custom, Ai Syarif menyebut, keunggulan dari Helm Trooper adalah mengedepankan personality dan customer minded, yang tidak hanya sekadar helm, namun juga ada ekspresi dari sebuah seni dan budayanya (ma/vh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Berita Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »