Home » » Kemenparekraf Siapkan Strategi Hadapi PPKM 3 Di Libur Nataru

Kemenparekraf Siapkan Strategi Hadapi PPKM 3 Di Libur Nataru

Posted by Indonesia Mandiri on November 23, 2021

Kedatangan turis asing akan lebih diperketat di libur nataru
Jakarta (IndonesiaMandiri) - "Permintaan dari Presiden pada saat rapat terbatas tadi, seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah adalah satu frekuensi dan satu narasi. Penanganan COVID-19 harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, kami sedang memfinalkan kebijakan PPKM level tiga," ucap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Uno, saat jumpa pers di Jakarta (22/11).

"Dalam satu minggu akan dikeluarkan keputusan mengenai hal ini, yang akan disusul dengan penerbitan Inmendagri, setelah itu Kemenparekraf akan mengelurkan surat edaran yang ditujukan kepada unsur pentahelix untuk mendukung langkah tersebut,” jelas Menparekraf.

Sandiaga menyebut secara tegas saat libur natal dan tahun baru/nataru 2021-2022, pemerintah akan memberlakukan kebijakan PPKM level 3 agar tak terjadi lonjakan kasus baru dan memastikan kepulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di sektor parekraf dapat terus berkelanjutan.

Sandiaga menekankan kebijakan PPKM level 3 bukan melarang. Tapi membatasi izin operasional atau aktivitas usaha, baik destinasi wisata maupun sentra ekonomi kreatif dari aspek waktu operasional, kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan secara ketat pada libur nataru 2021-2022.

“Menurut data yang kami terima dan juga dibahas tadi dalam rapat terbatas bahwa tingkat kepatuhan protokol kesehatan dan kepatuhan pengisian aplikasi PeduliLindungi semakin menurun, jadi ini perlu kita tingkatkan dan perketat lagi. We cannot afford mistake,” terang Sandiaga.

Lalu, berkaitan dengan pembukaan Bali dan Kepulauan Riau. Sandiaga menyampaikan sejauh ini memang belum ada wisatawan mancanegara yang tiba di Bali dengan penerbangan langsung. Jadi, pemerintah terusevaluasi kebijakan yang dikeluarkan, baik visa, ketentuan direct flight, serta karantina. Dan juga memantau situasi dari negara pasar potensial seperti Australia.

“Karena Australia ini merupakan pasar wisatawan mancanegara terbesar, khususnya untuk Bali. Jadi akan segera kita putuskan setelah melakukan evaluasi dengan tim, baik itu mekanisme karantina dengan sistem _bubble_ atau sistem non karantina tapi mengharuskan pelaku perjalanan internasional sudah tervaksin dosis lengkap,” bahas Sandiaga.

Selain itu, permintaan dari paasar India untuk wisatawan berkunjung ke Indonesia pada November - Desember 2021 sebenarnya sudah cukup banyak. Pihak maskapai dan industri pariwisata Indonesia pun sudah bekerja sama membentuk paket wisata untuk wisman asal India, termasuk di dalamnya mekanisme tiga hari karantina bagi yang telah menerima vaksin dosis lengkap. 
PPKM Level 3 guna menekan lonjakan kasus pandemi
Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Pemasaran telah melakukan rapat dengan Duta Besar India di Jakarta, yang difasilitasi oleh Kemenlu. Berkaitan izin penerbangan dengan tujuan pariwisata diperlukan Mutual Recognition Arrangement ((MRA) antara India dan Indonesia dalam bentuk MoU. 

Setelah MRA disepakati oleh kedua negara, secara teknis aplikasi tracing dan tracking melalui PeduliLindungi kedua negara akan dihubungkan, sehingga wisman dipantau dari mulai keberangkatan hingga kembali lagi ke negaranya (dh/jna).


Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Defense Equipment