Home » » Salatiga Miliki Kampung Singkong Dan Siap Masuk Pasar Premium

Salatiga Miliki Kampung Singkong Dan Siap Masuk Pasar Premium

Posted by Indonesia Mandiri on Oktober 14, 2021

Mentan Syahrul resmikan Kampung Singkong di Salatiga
Salatiga/Jateng
 (IndonesiaMandiri) – "Saya sangat bangga melihat kampung singkong ini. Singkong bisa dibuat apa saja mulai dari akar sampai daun dimanfaatkan. Saat ini tentu kenyang saja nggak cukup. Makan juga harus sehat dan singkong ini dipastikan sehat," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), saat meresmikan Kampung Singkong di Salatiga, Jawa Tengah (12/10).

Kampung Singkong berada di di Desa Ledok, Kecamatan Argomulya, sebagai desa agrowisata yang menggerakan perekonomian masyarakat berciri khas singkong dan berbagai produk olahanya. Kreasi ini bertujuan menaikkan kelas singkong hingga masuk ke perhotelan dan restoran.

Mentan meminta pemerintah daerah Salatiga mengembangkan daya tahan produk olahan singkong sehingga bisa menjadi oleh-oleh khas yang menjangkau pasar nasional bahkan internasional. Pengembangan singkong mulai dari petani sebagai pemasok hingga diolah menjadi produk olahan siap santap dibuat dengan skala ekonomi.

"Kita cari tahu bagaimana singkong, misalnya getuk, bisa naik kelas lagi untuk bisa bertahan beberapa hari sehingga bisa dibawa keluar kota bahkan luar negeri. Kalau makanan harus rutin sehingga pemasoknya harus dijaga sehingga mampu menekan biaya produksi," jelas SYL.

Pada 2021, sasaran luas tanam Singkong mencapai 695 ribu ha dengan produksi 17,75 juta ton dengan pengolahan pangan lokal melibatkan 1,6 juta rumah tangga. "Ini bagus banget kita pelihara. Kita benahi lebih kuat lagi. Tentu saja ini perlu kita kembangkan didaerah lain. Saya akan coba lihat lagi apa potensi Salatiga. Semua perlu kita kembangkan lagi," tambah SYL.

Walikota Salatiga Yuliyanto mengatakan produksi singkong Salatiga di 2020 mencapai 638 ton dengan luas tanam 44,9 ha. Pada 2021 luas pertanaman mencapai sampai 36 ha. “Kampung Singkong Salatiga ini melibatkan 33 resto atau cafe, menyajikan berbagai menu dari 8 ton singkong perhari dipasok petani," papar Walikota.

Kualitas olahan Singkong ini bisa mengisi pasar resto dan hotel
Dalam mendukung program ekspor tiga kali lipat (Gratieks), Salatiga sudah ekspor singkong di 2020 sejumlah 95 ribu ton dan kedepan akan terus dikembangkan. Melalui  pengembangan kampung singkong diharapkan menggerakkan ekonomi di kampung-kampung.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyebut, pihaknya mendorong komoditas singkong hingga produk olahanya naik kelas sehingga harus dapat memenuhi standar dan kualitas yang diminati pasar termasuk di hotel-hotel. Produk olahan singkong sangat banyak sehingga menjadi kemajuan baru di sektor pertanian untuk meningkatkan perekonomian rakyat dan negara (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Defense Equipment