Home » » Korsel Akui Keindahan Alam Dan Mangrove Indonesia

Korsel Akui Keindahan Alam Dan Mangrove Indonesia

Posted by Indonesia Mandiri on Oktober 17, 2021

Rombongan Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea kunjungi Taman Wisata Alam di Pantai Indah Kapuk
Jakarta (IndonesiaMandiri) – “Mangrove memiliki peran yang begitu strategis bagi Indonesia, tidak hanya dari sisi lingkungan, potensi ekonomi serta ekonomi biru dari mangrove memberikan dampak nyata khususnya bagi masyarakat pesisir,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementeruan Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Nani Hendiarti.

Hal tersebut diutarakan Nani saat menjamu kehadiran Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea (Korea Selatan) Moon Seong-Heyok mengunjungi Taman Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk (15/10), guna menguatkan lebih dalam hubungan kedua negara dan menambah inovasi kerjasama khususnya di bidang mangrove dan karbon biru.

Pemerintah Indonesia telah memiliki 7 agenda dalam RPJMN 2020-2024, salah satunya untuk mengembangkan lingkungan, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim. Pandemi yang melanda seluruh dunia memberikan dampak bagi perekonomian bangsa,. Demi pemulihannya Pemerintah menginisiasikan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Mangrove yang dimulai pada kuartal keempat tahun 2020/

"Program ini telah berhasil merestorasi 18.152 Hektar lahan kritis mangrove dengan melibatkan lebih dari 40 ribu orang pekerja pesisir," jelas Nani. Tahun ini, ambisi Pemerintah ditingkatkan hingga mencapai target merehabilitas lahan mangrove seluas 600 ribu hektar hingga 2024.

Program ini tentu melibatkan berbagai pemangku kepentingan lainnya, baik Pemerintah maupun swasta, "Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait bahu membahu untuk melaksanakan program restorasi mangrove. Bahkan Presiden mengesahkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove untuk mempercepat program dimaksud. Kami juga menggaet World Bank, Pemerintah Jerman dan Uni Emirat Arab demi mendapatkan hasil yang maksimal," papar Nani.

Diharapkan, Pemerintah Republik Korea ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam program restorasi mangrove di Indonesia. Dari pemulihan mangrove, bisa serap karbon hingga empat kali lipat dibandingkan hutan terestrial lainnya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno menegaskan pentingnya regulasi, basis data teknologi informasi, monev dan sumber daya manusia dalam mencapai target ambisius Pemerintah dalam restorasi mangrove, "Peta Nasional Mangrove ini dapat menjalankan seluruh kebutuhan tersebut," bahasnya.

Pihak Korsel puji keindahan alam dn restorasi mangrove Indonesia
Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea memuji keindahan Indonesia dan memberikan semangat untuk menjaga lingkungan lebih ekstra, "Korea tidak memiliki keindahan alam seindah Indonesia. Luar biasa, hal ini menjadikan kami lebih semangat untuk mencapai karbon netral," aku Moon Seong-Heyok.

Republik Korea juga sepakat dukung program mangrove dan riset serta pengembangan karbon biru di Indonesia. Mereka mengharapkan kerjasama yang berkelanjutan di bidang mangrove secara keseluruhan dengan Indonesia kedepannya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Defense Equipment