Home » » Sektor Pariwisata Nasional Anjlok Hingga 80 Persen Saat Pandemi

Sektor Pariwisata Nasional Anjlok Hingga 80 Persen Saat Pandemi

Posted by Indonesia Mandiri on September 28, 2021

Saatnya sektor parekraf bangkit untuk beri kontribusi besar bagi nasional
Jakarta (IndonesiaMandiri) – “Yang tadinya devisa pariwisata ada di posisi dua setelah minyak dan gas bumi, sekarang hanya 3,54 miliar dolar AS atau kurang lebih turun 80 persen. Ini yang disebut sebagai penuruan sangat fenomenal dan membutuhkan resiliensi dan kebijakan yang sangat tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Menteri Pariwisata dab Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Uno dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021.

Rakornas digelar bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia, digelar secara daring, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta (27/9). Sandiaga menjelaskan, sektor parekraf di Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam akibat pandemi. Di 2020, kunjungan wisatawan mancanegara turun hampir 75 persen. Devisa pariwisata yang dihasilkan di 2020 menurun sebesar 79,15 persen, jika dibandingkan dengan 2019 yaitu sebesar 16,9 miliar dolar AS.

Menparekraf menargetkan di 2022, nilai devisa pariwisata dan kontribusi PDB pariwisata harus lebih ditingkatkan, nilai ekspor produk ekonomi kreatif juga ditargetkan sebesar Rp16,83 triliun, karena Indonesia menduduki peringkat ke tiga dunia setelah Amerika dengan Hollywood dan Korea Selatan dengan K-Pop.  Selain itu, target dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara, serta serapan tenaga kerja parekraf juga diharapkan dapat kembali tumbuh seiring dengan upaya untuk mereaktivasi pariwisata tanah air.

“Mudah-mudahan kita bisa memberikan signal confidence, sehingga bulan-bulan selanjutnya Bali bisa dibuka kembali dan mampu menggerakkan wisatawan nusantara yang menjadi andalan kita. Sehingga total 34 juta ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kita capai,” tekad Sandiaga.

Dalam mencapai target itu, tiga pilar utama Kemenparekraf harus digalakkan, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Inovasi, menghadirkan produk berkualitas dan berdaya saing. Adaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Serta kolaborasi dengan seluruh unsur pentahelix dan stakeholders lainnya. Karena di tengah pandemi dan tantangan ekonomi, kita tidak lagi berkompetisi, melainkan gerak bersama agar bisa menggarap seluruh potensi untuk mencetak peluang.

Rakornas turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B.Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo, Wamen Luar Negeri Mahendra Siregar, Wamen Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Wamen Perdagangan Jerry Sambuaga, Wamen Hukum dan HAM Edward Omar Sharif dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong.

Menteri Keuangan beri dukungan penuh untuk alokasi anggaran sektor parekraf
Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan pihaknya siap mendukung penuh pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan agar dapat kembali bangkit. Ada anggaran  dicanangkan sebesar Rp9,2 triliun untuk 2022, terdiri dari alokasi belanja pemerintah pusat Rp6,5 triliun dan Rp2,8 triliun melalui transfer ke daerah guna menopang sektor parekraf.

Saat Rakornas, Kemenparekraf melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan SAR Nasional (Basarnas), sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika serta berkaitan dengan mitigasi pencarian dan pertolongan (ra/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Defense Equipment