Home » » Evaluasi PPKM, Kabupaten Jawa-Bali Sudah Tak Ditemui Level 4

Evaluasi PPKM, Kabupaten Jawa-Bali Sudah Tak Ditemui Level 4

Posted by Indonesia Mandiri on September 21, 2021

Berbagai perbaikan kondisi penerapan PPKM mulai terlihat
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia melalui strategi Level PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) pada tiap kabupaten dan kota di tiap provinsi, menunjukkan hasil positif dari waktu ke waktu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves)i Luhut B. Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto selaku Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan berbagai capaian PPKM secara virtual (20/9).

Luhut menyebutkan, khusus untuk Jawa-Bali terjadi penurunan kasus hingga berada di bawah angka 2.000 kasus dan kasus aktif sudah lebih rendah dari 60.000. Dan, dari data Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), angka reproduksi efektif Indonesia untuk pertama kalinya selama pandemi berada di bawah 1, yakni sebesar 0,98. Angka ini berarti setiap 1 kasus Covid-19 secara rata-rata menularkan ke 0,98 orang, atau jumlah kasus akan terus berkurang.

“Berbagai capaian tersebut tentu harus kita syukuri. Namun jangan hanyut dalam Euforia. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar Luhut. Soal capaian positif ini,  Luhut memastikan tidak ada lagi kabupaten atau kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali.  Kemudian untuk wilayah Luar Jawa-Bali, masih ada 1 daerah yang berada di level 4.

Tentang kondisi PPKM di wilayah luar Jawa dan Bali, Airlangga mengungkapkan selama 2 minggu mulai 4 September hingga 18 September 2021 telah mengalami penurunan tingkat asesmen. Dari evaluasi itu, sebanyak 15 kabupaten/kota turun dari level 4 ke level 3 dan 7 kabupaten atau kota turun dari level 3 ke level 2. "Hanya 1 kabupaten yang  masih tetap di level 4," ulas Airlangga.

Kendati kondisi Pandemi sudah mulai terkendali, Luhut dan Airlangga kompak mengingatkan  resiko naiknya kasus Covid-19 masih ada. Ini dapat terjadi, karena adanya negara tetangga di sekitar Indonesia yang masih memiliki angka kasus konfirmasi tinggi. “Kita tidak ingin lagi kecolongan lolosnya varian baru, seperti varian Mu dan Lambda , masuk ke Indonesia,” tutur Luhut.

Airlangga mengutip pesan dari Presiden Joko Widodo untuk terus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang ada, terutama terkait potensi gelombang ketiga pandemi yang bisa masuk dari pintu perbatasan kita, yaitu udara, laut, dan darat. Pemerintah akan membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia dan memperketat proses karantina bagi warga negara asing maupun warga negara Indonesia yang datang dari LN (luar negeri).

“Khusus untuk pintu masuk udara hanya dibuka di Jakarta dan Manado, untuk laut hanya di Batam dan Tanjung Pinang dan untuk jalur darat hanya dibuka di Aruk, Entikong, Nunukan dan Motaain,” papar Luhut. Selain itu, lanjutnya, proses karantina bagi WNA dan WNI dari luar negeri juga dijalankan dengan ketat tanpa terkecuali dengan waktu karantina 8 hari dan melakukan PCR sebanyak 3 kali. Hal lainnya adalah meningkatkan kapasitas karantina dan testing, terutama di pintu masuk darat dengan bantuan dari TNI dan Polri yang bekerja sama dari waktu ke waktu.

“Kuncinya yaitu, menahan gelombang baru adalah mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling (ketika kasus sedang rendah). Saya yakin kita bisa mengendalikan kasus pada angka tersebut dan kuncinya adalah vaksinasi, 3T, 3M, serta Penggunaan Peduli Lindungi,” terang Luhut.

PPKM akan menjadi strategi pemerintah melakukan evaluasi penanganan Covid-19. Untuk minggu ini, akan terdapat beberapa penyesuaian kembali terkait aturan PPKM di sejumlah daerah. Seperti di Jawa-Bali, terdapat beberapa penyesuaian, yaitu uji coba pembukaan Pusat Perbelanjaan atau Mall bagi anak-anak di bawah usia kurang  12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orangtua. “Ini akan diterapkan di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, DIY dan Surabaya,” tambanya.

Kedua, pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota level 3 dan level 2, namun dengan kewajiban memakai aplikasi Peduli Lindungi serta penerapan Protokol Kesehatan ketat, untuk kategori kuning dan hijau dapat memasuki area bioskop.

Jawa-Bali mulai melakukan banyak penyesuaian kegiatan di masa PPKM
Lalu pada bidang olahraga. “Pelaksanaan pertandingan Liga 2 yang akan digelar di kota kabupaten Level 3 dan 2 dengan maksimal 8 pertandingan per minggu. Selain itu, restoran di fasilitas olahraga yang sifatnya outdoor dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen,” urai Luhut.

Sedangkan perkantoran non esensial di kabupaten kota level 3 dapat melakukan 25 persen pengaturan bekerja dari kantor (WFO) bagi pegawai sudah divaksin, dan harus sudah memakai QR Peduli Lindungi. Implementasi PPKM Jawa-Bali  dan Luar Jawa Bali diperpanjang dari 21 September 2021 - 4 Oktober 2021 (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Defense Equipment