Home » , » Digitalisasi Jadikan Hotel Bisa Bertahan Di Masa Pandemi

Digitalisasi Jadikan Hotel Bisa Bertahan Di Masa Pandemi

Posted by Indonesia Mandiri on September 27, 2021

Era digital harus menjadikan pihak berpikir kreatif membidik keinginan pelanggan
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Pandemi telah menghantam industri perhotelan dengan hebatnya. Ribuan hotel di Indonesia terpaksa menghentikan operasionalnya, baik sementara atau permanen. Sedangkan mereka yang bertahan harus mengembangkan strategi-strategi baru agar tetap bisa beroperasi, sambil berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berubah.

Guna melihat perkembangan hotel terkini di Indonesia, ada survey terbaru dilakukan platform perjalanan digital Agoda dan menemukan, wisatawan Indonesia ingin meningkatkan pengalaman liburannya dengan mendapatkan manfaat (perks) tambahan saat menginap di hotel.  Satu dari empat wisatawan Indonesia menganggap akomodasi sebagai tujuan wisata mereka, bukan sekadar tempat untuk menginap, dan hampir 30% menggunakan agen perjalanan online seperti Agoda.com untuk mencari penawaran paket perjalanan.

Untuk membantu hotel memenuhi kebutuhan baru para wisatawan, Agoda memperkenalkan produk Agoda Special Offers (ASO), dimana hotel dapat menawarkan keuntungan tambahan untuk menjangkau pelanggan mereka, mulai dari voucher makan dan minum, upgrade kamar, serta experience (pengalaman) beraktivitas yang semuanya dapat ditemukan pada platform Agoda.

"Agoda berkomitmen untuk bekerjasama dengan para mitra hotel di Indonesia demi mendukung pemulihan industri perjalanan dan pariwisata, yakni dengan membantu para mitra mengoptimalkan eksposur kepada wisatawan domestik dan mempersiapkan diri menyambut pemulihan pasar internasional," kata Gede Gunawan, Senior Country Director Indonesia, AGODA.

Ada tiga kisah hotel yang sukses menghadapi gempuran pandemi dengan mengoptimalkan fitur unggulan Agoda, khususnya ASO.

Le Eminence adalah hotel dan resor bintang lima di kawasan Puncak, Jawa Barat. Berdiri sejak 2016, hotel ini memiliki 379 kamar dengan pemandangan sawah, sungai, dan Gunung Pangrango yang eksotis. Sebelum pandemi, Le Eminence merupakan hotel yang populer dengan kunjungan turis dari Timur Tengah dan turis dari negara tetangga.  

Namun pandemi mengubah segalanya. Tingkat okupansi Le Eminence sempat turun drastis hingga 70-80 persen di masa-masa awal pandemi. Bahkan, mereka pernah mengalami hari terburuk dengan menerima hanya 10 tamu. “Tikat hunian hotel benar-benar anjlok karena pasar utama kami memang turis dari Timur Tengah,” tutur Robby Saimima, Director Operation Eminence Hospitality Service.

Di balik kesulitan anjakan pelanggan saat pandemi, masih ada peluang lain yang bisa didapat
Situasi ini akhirnya memaksa Le Eminence mengubah strategi dengan fokus pada wisatawan domestik. Le Eminence tak menghentikan operasionalnya apalagi mengurangi karyawan sejak pandemi. Menurut Robby, keputusan itu justru telah mendorong karyawannya memberikan berbagai layanan lebih baik lagi ke pelanggan, dengan  ditopang oleh strategi digital, memanfaatkan online travel agent (OTA) seperti Agoda sebagai distribution channel yang efektif.

Le Eminence sendiri sudah bekerjasama dengan Agoda sejak awal hotel berdiri dan telah menerapkan semua fitur promosi Agoda yang terbukti efektif. 

Dengan ASO, membantu Le Eminence menawarkan paket menarik bagi wisatawan domestik. Berbeda dengan hotel lain yang menurunkan harga habis-habisan, Le Eminence justru menawarkan paket menginap dengan keuntungan tambahan termasuk sarapan, massage, rekreasi, snack dan keuntungan lainnya. 

“Dipaketkan dengan produk-produk Agoda lainnya seperti last-minute booking, kami berhasil menjangkau para wisatawan spontan, serta wisatawan keluarga yang mencari paket menginap dengan keuntungan tambahan, namun ingin mensurvei fasilitas hotel terlebih dahulu sebelum melakukan pemesanan,” kisah Ratih Afsarina, Director Sales Eminence Hotel.

The Jayakarta SP Hotel & Spa Jakarta adalah salah satu pioneer dalam industri perhotelan di Indonesia. Hotel ini dibangun di Gajah Mada, Glodok dan Mangga Besar, kawasan strategis yang menghubungkan berbagai wilayah di Ibu Kota dan kebanyakan melayani wisatawan lokal, selain ekspatriat dan juga wisatawan pebisnis.  Namun, pandemi yang menghantam industri perhotelan juga memukul Hotel bintang empat ini, ditandai dengan anjloknya tingkat okupansi.

Kini, menurut Rahadian Firmansyah, General Manager, The Jayakarta SP Hotel & Spa Jakarta, hotelnya  berhasil mempertahankan semua pekerjanya dan beradaptasi di tengah situasi yang sulit. Salah satu strateginya mengoptimalisasi kerjasama dengan online travel agency (OTA) untuk melakukan branding ke ranah digital, dan meningkatkan tingkat okupansi. 

The Jayakarta SP Hotel & Spa Jakarta sudah bermitra dengan Agoda sejak pertengahan 2017 untuk menjangkau pelanggan-pelanggan baru, khususnya kalangan ekspatriat dan kaum milenial. Agoda membantu hotel ini dengan mengelola program-program promosinya dan kampanye-kampanye barunya. Kemitraan dengan platform perjalanan digital tersebut terlihat manfaatnya, yakni dari peningkatan pada pendapatan dan okupansi, terutama di masa pandemi.

Hotel ini ikut serta dalam berbagai kampanye Agoda, seperti Payday Sale, Super Wednesday, Weekend Promo, Agoda Special Offer, dan yang terbaru pada September yaitu Double Sensation. ASO memungkinkan pihak hotel dengan mudah mengemas dan menawarkan berbagai paket penawaran dan menangani early check-in maupun late check-out untuk menyasar berbagai tipe pelanggan.

“Pada era digital sekarang ini, penting bagi perhotelan untuk menggunakan platform digital dalam bisnis mereka, dan salah satu yang terbesar bagi kita adalah Agoda, yang telah berkontribusi terhadap total tingkat okupansi setidaknya 40 hingga 55 persen,” aku Rahadian.

 Lalu ada The Papandayan di Bandung, hotel bintang lima dengan total 172 kamar dan populer di kalangan keluarga, dengan fasilitas kamar berukuran besar, tropical garden yang luas, serta fasilitas meeting dan leisure yang lengkap. Hotel ini sudah berdiri sejak 1980 dan direnovasi secara total pada 2011. 

Selama masa pandemi, tingkat hunian kamar The Papandayan turun cukup signifikan. Hal ini merupakan imbas dari regulasi pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah terhadap pembatasan jumlah tamu dan larangan penyenggaraan acara maupun pertemuan (MICE).  Namun, hotel ini tetap beroperasi dan terus berinovasi dengan membidik segmen pasar yang potential di masa pandemi.

“Tamu yang memesan kamar hotel secara online melalui berbagai OTA semakin meningkat, dan Agoda merupakan salah satu dari tiga OTA yang berkontribusi tinggi terhadap revenue hotel kami,” papar Lusi Susanti, Director of Sales and Marketing The Papandayan Hotel. Hal ini karena Agoda mempunyai strategi promosi digital yang effektif dalam menyasar pasar domestik dan menarik wisatawan lokal untuk melakukan pemesanan kamar dengan berbagai promo dan penawaran yang diberikan.

Faktor kebersihan menjadi hal penting bagi pelanggan dalam memilih hotel, The Papandayan pun lebih fokus pada standar kebersihanTidak hanya memiliki sertifikasi CHSE dan menerapkan tes antigen atau PCR kepada seluruh karyawan secara reguler, semua karyawan hotel sudah melakukan vaksin secara lengkap. Hotel ini juga menggunakan teknologi UVC untuk sterilisasi dan sanitasi berbagai fasilitas hotel, terutama kamar.

 The Papandayan telah berpartisipasi dalam berbagai kampanye Agoda, termasuk Agoda Mega Deal Trust, Weekend Happy Hours, dan Agoda Special Offers. Program Agoda Special Offers tidak hanya membantu meningkatkan tingkat okupansi hotel tetapi juga mengoptimalkan kontribusi food & beverage terhadap pendapatan hotel. Selain membantu hotel meningkatkan pendapatan 40 hingga 50 persen. The Papandayan berharap persentase tersebut bisa terus meningkat (ma).

Foto: istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Defense Equipment