Home » » Trend Kasus Konfirmasi Turun, PPKM Masih Dilanjutkan

Trend Kasus Konfirmasi Turun, PPKM Masih Dilanjutkan

Posted by Indonesia Mandiri on Agustus 31, 2021

Meski ada penurunan namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan
Jakarta (IndonesiaMandiri) – “Secara nasional, tren kasus konfirmasi turun hingga 90,4 persen. Khusus untuk Jawa-Bali, angkanya turun hingga 94 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli 2021 lalu,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves)  Luhut B. Panjaitan, saat jumpa pers virtual terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat/PPKM (30/8).

Berdasarkan evaluasi oleh pemerintah, di wilayah Pulau Jawa-Bali, jumlah kota/kabupaten yang masuk menjadi level 2 meningkat dari 10 menjadi 27, level 3 meningkat dari  67 menjadi 76, dan level 4 turun dari 51 kota/kabupaten menjadi 25 kota/kabupaten.

Tren positif tersebut berusaha terus dijaga oleh pemerintah. Oleh karena itu, Presiden Jokowi memutuskan PPKM Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali masih tetap akan diberlakukan hingga seminggu kedepan. Untuk wilayah Jawa-Bali, PPKM kembali dilanjutkan dari 31 Agustus-6 September 2021 dan untuk Luar Jawa-Bali tetap berlanjut dari tanggal 24 Agustus-6 September 2021.

“Terjadi penambahan wilayah aglomerasi yang masuk ke dalam level 3 yakni Malang Raya dan Solo Raya. Dengan ini, penerapan PPKM Jawa Bali wilayah yang masuk ke dalam level 3 pada penerapan minggu ini adalah Aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya, dan Solo Raya, sementara Semarang Raya turun dari level 3 ke level 2,” jelas Luhut.

Namun, di beberapa wilayah, misalnya  Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Bali masih berada pada level 4. “Untuk DIY saya rasa minggu depan baru bisa masuk ke level 3. Sedangkan Bali, atas petunjuk dari Presiden RI, khusus untuk wilayah Bali, beliau meminta secara khusus untuk segera dilakukan pengecekan dan intervensi di lapangan. Untuk itu, kami akan kembali turun ke lapangan untuk kembali melihat kendala yang dihadapi supaya tren perbaikannya dapat dipercepat,” tambahnya.

“Berbagai perkembangan baik yang telah kita capai harus kita syukuri bersama. Namun kita tetap harus waspada. Salah satunya terkait indeks komposit mobilitas yang berjalan cepat yang saat ini sudah kurang dari 5%. Jangan sampai terjadi peningkatan,” cerita Luhut.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menambahkan, “kuncinya adalah ojo grusa-grusu , tetep eling lan waspada (jangan buru-buru, tetap ingat dan waspada). Karena angka positif bisa tiba-tiba naik lagi seperti yang terjadi di berbagai negara lainnya karena munculnya berbagai kegiatan yang mengumpulkan masyarakat dalam jumlah besar,” ingatnya.

Beberapa penyesuaian kembali dilakukan, kapasitas dine in (makan di tempat) di dalam mall menjadi 50 persen dan waktu jam operasi mall diperpanjang hingga pukul 21.00. Kedua, uji coba 1000 outlet restoran di luar mall dan di ruang tertutup untuk bisa beroperasi 25 persen kapasitas di Kota Surabaya, Jakarta, Bandung dan Semarang.

Ketiga, seluruh industri atau pabrik, baik orientasi domestik (non esensial) maupun ekspor (esensial), dapat beroperasi 100% staff minimal dibagi 2 shift, selama memiliki IOMKI ((Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri), memperoleh rekomendasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan  terakhir adalah untuk selalu menggunakan QR Code Peduli Lindungi.

“Untuk sektor kritikal akan diwajibkan menggunakan QR Code Peduli Lindungi mulai 07 September 2021. Ke depan penggunaan platform Peduli Lindungi nantinya akan terus digunakan, diluaskan hingga diwajibkan di hampir seluruh akses publik yang dilakukan penyesuaian tanpa terkecuali,” tegas Luhut.

Indonesia termasuk peringkat keenam dunua yang terbanyak melakukan vaksinasi
Budi memaparkan, penanganan pandemic hingga seterusnya ada 3 strategi yang harus terus dilakukan, yaitu deteksi, terapeutik, dan vaksinasi. Ketiga hal ini tidak bisa dijalankan sendiri, karena jika hanya satu dijalankan maka kasus kita bisa kembali naik.

Perlu diketahui, hingga kini Varian Delta dari Covid-19 masih paling umum di dunia dan penyebab angka kematian tercepat. Jadi, kewaspadaan dari masyarakat perlu ekstra. Namun, Indonesia masih menjadi salah satu yang paling cepat dalam penyelesaian Varian Delta. Terbukti dari angka konfirmasi mingguan sudah pada 12,89% (sedang) dan posisi penyuntikan vaksin di Indonesia berada di peringkat ke-6 dunia.

Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

.