Home » » Pesanan Terus meningkat, Zyrex Siapkan Bahan Baku Produksi Laptop

Pesanan Terus meningkat, Zyrex Siapkan Bahan Baku Produksi Laptop

Posted by Indonesia Mandiri on Agustus 31, 2021

Produk Zyrex jadi salah satu andalan penggunaan laptop dalam negeri
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk keberpihakannya pada produk dalam negeri, termasuk penggunaan laptop. Ini menjadikan produsen laptop dalam negeri seperti  PT Zyrexindo Mandiri Buana, Tbk. (“Perseroan”) – yang dikenal luas produknya bernama Zyrex- menyiapkan berbagai strateginya guna memeuhi pesanan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Pada pertengahan 2021, Zyrex dengan total aset sebesar Rp 276,9 Miliar, naik signifikan 53% secara year-on-year (“yoy”) dari Rp 129,6 Miliar di 2020. Ini didominasi oleh kenaikan posisi kas karena penerimaan uang muka dari pelanggan dan meningkatnya persediaan bahan baku laptop untuk penjualan di semester  II 2021.

Peningkatan aset juga diiringi dengan kenaikan posisi liabilitas sebesar 46% dari  Rp 77,7 Miliar menjadi Rp 144 Miliar dan naiknya posisi ekuitas sebesar 61% dari Rp 51,9  Miliar ke Rp 132,9 Miliar. Meski demikian, Perseroan mengalami penurunan penjualan secara yoy.

Timothy Siddik, Direktur Utama Perseroan mengatakan, penurunan penjualan semester I-2021 dibanding 2020 disebabkan beberapa hal.  Pertama, seasonality di industri IT pada semester I umumnya membukukan  penjualan lebih rendah dibanding semester II. Tak biasanya di 2020 Perseroan bukukan penjualan cukup tinggi di semester I, karena carry over penjualan pengadaan peralatan pendidikan di 2019. Jadi penjualan semester I 2020 sangat tinggi, dimana penjualan laptop tetap dominan.

Kedua, semester I  2021 penjualan mengalami perlambatan di sektor komersial (B2B) karena PPKM  berkelanjutan, sehingga pelanggan korporat belum dapat melakukan ekspansi sesuai  target. 

Perseroan mengalami penurunan Penjualan sebesar 49% secara yoy dari Rp 162,6 Miliar di 2020 menjadi Rp 82,6 Miliar di 2020. Penurunan Penjualan turut menurunkan  Laba Bersih tahun berjalan sebesar 90% dari Rp 32,3 Miliar di 2020 menjadi Rp 3,5  Miliar di 2020.

Manajemen Zyrex siap dukung program Kemendikbud Ristek untuk pasok laptop lokal
Adapun Laba Bersih Per Saham atau Earning Per Share (“EPS”) di 2021 sebesar Rp 2,95 turun dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 71,6. Dengan menurunnya penjualan, Beban Pokok Pendapatan Perseroan tercatat turun 38,3% yoy dari Rp105,6 Miliar ke Rp65,2 Miliar. Sehingga perseroan berhasil mengantongi Laba Kotor sebesar Rp 17,5  Miliar, turun 69,37% yoy dari Rp 57 Miliar di 2020.  

Penurunan laba bersih juga disebabkan oleh biaya pasca Penawaran Umum Perdana Saham  (IPO) yang cukup besar. Selain itu, ada kenaikan beban bunga pinjaman cukup  signifikan, di mana pinjaman tersebut digunakan untuk pembelian bahan baku laptop. Kini, Perseroan mempersiapkan bahan baku laptop untuk penjualan semester II sektor retail dan pengadaan pemerintah. Sehingga ada peningkatan  signifikan pada  posisi persediaan dari Rp 33,1 Miliar pada  2020 menjadi Rp 80,8 Miliar pada tahun ini. 

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

.