Home » » Pemerintah Bersinergi Jaga Keanekaragaman Hayati

Pemerintah Bersinergi Jaga Keanekaragaman Hayati

Posted by Indonesia Mandiri on Agustus 12, 2021

Perlu diantisipasi sebaran JAI untuk melindungi potensi keanekaragaman hayati kita
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Guna memahami lebih lanjut urgensi terkait Jenis Asing Invasif (JAI), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, beserta LIPI mengadakan Webinar Dampak Jenis Asing Invasif Terhadap Ekosistem Indonesia secara daring (10/8).

“Ada empat tantangan global utama menurut survei UNESCO pada tahun 2021, dimana perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati dunia menduduki peringkat pertama,” ucap Asisten Deputi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam Kemenko Marves Saleh Nugrahadi.

JAI merupakan suatu jenis flora atau fauna yang sepertinya biasa, ternyata merupakan suatu jenis invasif yang merugikan Semakin tingginya laju hilangnya keanekaragaman hayati juga bertambah intensif karena adanya berbagai tekanan prinsip, salah satunya adalah Jenis Asing Invasif (Invasive Alien Species - IAS), sebagai jenis spesies maupun subspesies ataupun berada di tingkatan takson lebih rendah.

 “Penyebaran spesies invasif ini tidak hanya memberikan dampak bagi ekologi lingkungan hidup, tetapi juga bagi ekonomi, kesehatan masyarakat, dan politik,” jelas Saleh.

“JAI dapat menyebabkan kerugian besar bagi manusia dan alam, dimana Pemerintah Indonesia tentu harus menindaklanjuti hal ini dan telah diatur pula dalam UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem yang juga menjadi dasar dalam mengatur kebijakan JAI yang begitu diperlukan di Indonesia,” paparnya.

Diperlukan payung hukum atau pedoman yang lebih jelas dan lebih dikembangkan agar semua instansi dan kementerian lembaga terkait serta pelaku lapangan dapat menciptakan sinergi dan menjadikan JAI sebagai hal yang perlu diketahui dengan baik.
Asisten Deputi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam Kemenko Marves, Saleh Nugrahadi
Isu JAI menjadi lintas sektor yang kini kian mengemuka dan harus mendapatkan perhatian, disamping isu perubahan iklim, terutama pada saat pandemi Covid-19. “Diperlukan koordinasi dan sinergi lintas sektor, dan perlu adanya pemetaan peran dari masing-masing aktor dalam pengelolaan JIA di Indonesia ini,” tambah Asdep Saleh. Sosialisasi tentang JAI ini harus mampu menyentuh masyarakat dan memberikan pengetahuan terkait JAI tersebut.

Webinar ini menarik perhatian berbagai pemangku kepentingan dan mencapai 400 lebih peserta walaupun diselenggarakan secara virtual, mengundang berbagai pakar yaitu Dr. Amir Hamidy, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Slamet Budi Prayitno, M.Sc., Prof. Dr. Ngakan Putu Oka, M.Sc., dan Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah M.Phill (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

.