Home » » Rawat Alam, KLHK Bangun Generasi Sadar Lingkungan

Rawat Alam, KLHK Bangun Generasi Sadar Lingkungan

Posted by Indonesia Mandiri on Juli 02, 2021

Pendidikan lingkungan harus diajarkan sejak usia dini
Jakarta (IndonesiaMandiri) –  “Kita harus menanam sebanyak-banyaknya pohon seumur hidup kita. Paling tidak 25 batang pohon setiap orang seumur hidupnya. Yaitu, ditanam 5 pohon saat di SD, 5 saat di SMP dan 5 saat di SMA dan 5 saat kuliah, serta nanti 5 lagi saat menikah. Jangan lupa, pohonnya dirawat dan dipelihara juga,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan/LHK Siti Nurbaya.

Kebiasaan baik pada anak perlu ditanamkan sejak dini, salah satunya tentang kepedulian terhadap lingkungan. Hal tersebut penting karena sekecil apapun perilaku menjaga lingkungan, dapat berdampak baik terhadap keberlangsungan bumi.

“Yang paling mudah adalah tidak membuang sampah sembarangan. Mengapa? Karena sampah menjadikan beban pada lingkungan atau alam kita,” tambah Siti, pada webinar Edukasi Lingkungan dengan tema “Berbagi Cerita: Menjaga Bumi, Melestarikan Alam” (29/6), dihadapan peserta webinar terdiri dari pelajar SD, SMP, dan SMA dari seluruh Indonesia.

Siti berbagi cerita tentang banyak hal bisa dilakukan untuk turut menjaga bumi, dan melestarikan alam. Membuang sampah pada tempatnya adalah salah satunya. Untuk mengurangi timbulan sampah, tambahnya, saatnya kita memisahkan barang-barang yang tidak dipakai untuk masih bisa diolah atau dipakai lagi.
Melestarikan alam adalah pekerjaan seluruh masyarakat
“Jangan sampai sampah mengotori sumber-sumber air seperti sungai, laut, danau dan mata air, agar airnya tetap bersih dan bermanfaat. Dan jangan lupa, kita juga harus menerapkan budaya hemat air, memakai air seperlunya,” pesannya.

Siti menyampaikan apresiasi kepada para guru, komunitas pendidikan dan pendongeng atas semua sumbangsih bagi pendidikan di Indonesia, secara khusus bagi pendidikan lingkungan. Webinar ini juga dihadiri Plt. Dirjen PDASRH/Kepala BP2SDM Helmi Basalamah, Officer in Charge UNESCO Office Jakarta Regional Science Bureau for Asia and the Pacific Hans Dencker Thulstrup, Asisten Deputi Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah Kemenko PMK Wijaya Kusumawardhana, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih, perwakilan International Lake Environment Committee Foundation (ILEC) Shigekazu Ichiki dan pendongeng serta perwakilan anak-anak dari seluruh Indonesia melalui tayangan video (lh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri