Home » » Program Pendukungan Disiapkan Untuk Pelaku Parekraf Di Masa Darurat

Program Pendukungan Disiapkan Untuk Pelaku Parekraf Di Masa Darurat

Posted by Indonesia Mandiri on Juli 13, 2021

Di masa PPKM Darurat, pelaku usaha parekraf diberi pelatihan agar tetap berkarya
Jakarta (IndonesiaMandiri) – “Kita tentunya berharap dan berupaya secara totalitas agar PPKM darurat ini yang insyaAllah berakhir 20 Juli 2021 dapat efektif menurunkan laju penularan COVID-19. Namun jika PPKM diputuskan untuk diperpanjang tentunya akan kita antisipasi dengan memperkuat program-program pendukungan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Uno dalam acara Weekly Press Briefing secara daring di Jakarta (12/7).

Sandiaga berharap, tujuan kebijakan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat dapat tercapai, yaitu menekan angka penyebaran COVID-19, sehingga sektor parekraf kembali bangkit dan sektor ekonomi segera pulih.

Kemenparekraf/Baparekraf mempersiapkan sejumlah langkah dan skenario mitigasi sepanjang dan setelah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang ditetapkan oleh pemerintah sejak 3 – 20 Juli 2021, diantaranya, mendorong secara masif program vaksinasi, karena dinilai mampu menjadi salah satu benteng kuat dalam meredam COVID-19.

Beberapa waktu lalu, Kemenparekraf telah meresmikan sentra vaksinasi di Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung, Jawa Barat, yang didukung oleh PHRI dan pemerintah daerah. Vaksinasi tersebut dilakukan terhadap 2.000 pelaku parekraf.
Program vaksinasi juga dikebut untuk pelaku parekaf hadapi ancaman pandemi
“Terkait hal itu, saya mendorong agar PTNP lain dan Badan Otorita juga mengambil inspirasi dari STP Bandung untuk mengajukan tempatnya sebagai sentra vaksinasi. Selain itu, di Gunung Kidul juga terdapat destinasi wisata yang digunakan sebagai sentra vaksinasi, ini merupakan langkah yang cerdas untuk membantu percepatan program vaksinasi,” jelasnya.

Di samping itu, Kemenparekraf juga berupaya mempercepat proses pendistribusian dana hibah pariwisata yang dianggarkan sebesar Rp3,7 triliun. Lalu, ada Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2021, yang dianggarkan kurang lebih Rp60 miliar. Saat ini program BIP masih tahap seleksi dan kurasi. Selanjutnya, ada Bantuan Pemerintah Khusus (Banpersus) yang sekarang masih dalam tahap pengusulan.

“Kami terus berupaya agar dana tersebut bisa dialokasikan dengan tepat sasaran, tepat manfaat, dan berkeadilan, serta menyentuh mayarakat yang membutuhkan,” terangnya. Selain itu, Kemenparekraf juga terus memberikan pelatihan dan pendampingan secara digital bagi pelaku parekraf, agar dapat menghasilkan produk-profuk kreatif walaupun di rumah saja.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri