Home » » PPKM Darurat Wajibkan Pelaku Perjalanan Domestik Tunjukkan Kartu Vaksinasi

PPKM Darurat Wajibkan Pelaku Perjalanan Domestik Tunjukkan Kartu Vaksinasi

Posted by Indonesia Mandiri on Juli 01, 2021

Perjalanan domestik dengan pesawat terbang dari dan ke Jawa-Bali harus membawa surat PCR negatif
Jakarta (IndonesiaMandiri) – "Pelaku perjalanan domestik wajib menunjukkan kartu vaksinasi, minimal vaksinasi dosis pertama," jelas Menko Maritim dan Investasi/Marves Luhut B. Pandjaitan dalam konferensi pers virtual (1/7). Namun demikian, Luhut menambahkan, aturan ini dikecualikan bagi sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya.

Ini salah satu upaya pemerintah menekan laju penularan Virus Corona (SARS-CoV-2) dan membentuk kekebalan komunitas ( herd immunity) dengan peningkatan vaksinasi. Jadi, dalam kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, pemerintah mewajibkan pelaku perjalanan domestik memakai transportasi umum jarak jauh (pesawat, bis umum, kapal laut dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin.

Selain itu, pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi di wilayah aglomerasi juga dikecualikan dari syarat menunjukkan kartu vaksin. "Mobilitas dengan transportasi umum di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek dan masih mengikuti ketentuan yang ada saat ini," terang Luhut. Aglomerasi adalah kesatuan wilayah yang terdiri dari beberapa pusat kota dan kabupaten yang saling terhubung.
PPKM Darurat diberlakukan untuk Jawa dan Bali mulai 3 hingga 20 Juli
Untuk keperluan tracing Covid 19, tambah Luhut, pelaku perjalanan menggunakan pesawat terbang wajib menunjukkan hasil tes PCR negatif yang diambil pada hari H-2 sebelum perjalanan. "Sedangkan pelaku perjalanan dengan moda transportasi kereta api, bus dan kapal laut wajib menunjukkan hasil tes Antigen negatif yang diambil maksimal pada H-1. Diapun menggarisbawahi bahwa ketentuan-ketentuan ini hanya berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali.

PPKM darurat diberlakukan oleh pemerintah khusus di Pulau Jawa dan Bali dalam kurun waktu dari tanggal 3-20 Juli 2021. Mendagri Tito Karnavian yang juga hadir dalam konferensi pers menyebut, pihaknya sedang menyusun petunjuk teknis dalam bentuk Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 19 di Jawa dan Bali.

"Masyarakat jangan panik, jangan melakukan pembelian barang yang berlebihan karena pabrik masih buka dan toko-toko keperluan sehari-hari masih tetap buka, hanya jam operasionalnya saja yang dibatasi," pesan Tito (ma).

Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Defense Equipment