Home » » Hari Keempat PPKM Darurat Jatim-Bali, Beragam Tantangan

Hari Keempat PPKM Darurat Jatim-Bali, Beragam Tantangan

Posted by Indonesia Mandiri on Juli 08, 2021

Jawa Timur terus tekan pergerakan masyarakat untuk mengurangi sebaran pandemi
Jakarta (IndonesiaMandiri) –  “Sampai tanggal 6 juli, kita lihat kabupaten/kota yang berwarna hitam masih banyak di Jawa Timur dan Bali. Penurunan mobilitasnya belum siginifikan. Ini perlu mendapatkan perhatian lebih ketat, kuncinya pengetatan,” ucap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B. Panjaitan saat rapat koordinasi implementasi PPKM darurat di Jawa Timur (Jatim)dan Bali secara virtual (7/7).

Berdasarkan data analisis, Luhut menyebutkan penurunan mobilitas Jawa-Bali membaik, jumlah kabupaten/kota yang berwarna hitam turun dari 35 ke 27. Meski turun, wilayah Jatim dan Bali masih perlu dapat perhatian lebih ketat. “Ini berkali-kali saya katakan, 30% itu batas minimum. Kita mau sebenarnya penurunannya itu 30%-50%, ya paling tidak 40%. Baru itu akan menjadi membaik," urai Luhut.

Ada sepuluh kabupaten/kota dengan penurunan mobilitas terendah berada di Bali yaitu Karangasem Bali -4,72, Tabanan Bali -7,00, Jembrana Bali -7,11, Buleleng Bali -8,42, Bangli Bali -9,53, Klungkung Bali -9,83, Denpasar Bali -10,12 dan Badung Bali -10,75. Di Jatim, penurunan mobilitas meningkat. Namun, Mojokerto, Jember, Banyuwangi, Nganjuk, dan Kota Pasuruan paling rendah. Peningkatan penurunan mobilitas di Jatim terjadi pada semua kabupaten kota, kecuali Sampang, Pamekasan dan Kota Batu.

Berdasarkan hal tersebut, di Jatim dan Bali belum ada kabupaten kota yang mengalami penurunan mobilitas >30 persen. “Jatim dan Bali ini lebih rendah dibandingkan provinsi lainnya, perlu upaya lebih keras untuk menurunkan mobilitas setidaknya >30 persen," minta Luhut.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melaporkan beberapa poin. Pertama, proses pemetaan sudah dilakukan untuk cek poin pengendalian mobilitas di masing-masing kabupaten/kota. Kedua, proses operasi yustisi dengan hasil yang efektif dalam pengendalian aktivitas masyarakat. “Namun, memang tren kasus Covid-19 di Jawa Timur masih mengalami kenaikan bahkan kemarin tercatat kenaikan tertinggi selama Covid-19 ini ada yaitu mencapai 1.808,” aku Khofifah.

Selain itu dilaporkan Khofifah, kondisi BOR ICU 87%, isolasi 82%, RS darurat lapangan 70% dan Rumah observasi 56%. Dikatakan zona hitam jika BORnya di atas 80%. Upaya yang dilakukan, untuk zona merah yaitu mengkonversi 15% ICU dari ruang inap untuk perawat covid. Untuk zona hitam mengkonversi 25% ICU dari ruang rawat inap menjadi perawatan covid.

“Untuk BOR isolasi mengkonversi 30% untuk zona merah, dan mengkonversi minimal 40% untuk zona hitam,” jelas Khofifah sambil menyampaikan telah ada berbagai titik-titik penyekatan di Jawa Timur, sedangkan vaksinasi Jawa Timur masih tertinggi dari penggunaan dosis, target 300.000 vaksinasi harian per kabupaten/kota.

Senada dengan Khofifah, Gubernur Bali I Wayan Koster pun melaporkan terus meningkatkan target vaksinasi setiap harinya, dimana tahap pertama sudah mencapai 79,4% dan 25% untuk vaksinasi tahap kedua. Dan kini vaksinasi sasar untuk pelajar usia 12-17 tahun. Setiap harinya akan terjadi peningkatan pencapai vaksinasi di Bali agar pertengahan Juli vaksinasi tahap pertama dapat memenuhi target.

Dampak PPKM Darurat di Bali memang belum terlihat sebagaimana kasus yang terjadi masih meningkat per harinya. Kasus sembuh masih rendah dibandingkan kasus baru, namun kasus meninggal tidak ada penambahan siginifkan. Kasus aktif secara kumulatif per hari ini itu mencapai 2.697. Di Rumah Sakit 774 atau 46%, di karantina sebanyak 1.913 kasus.
Bali tingkatkan tracing untuk antisipasi lonjakan masyarakat yang terpapar Covid-19
“Hari ini di Bali merupakan yang tertinggi Pak, kasus baru sebanyak 505 orang, sembuh 110, dan meninggal 8 orang,” papar Koster. Ini karena Bali meningkatkan tracing sampai 200% dari sebelum PPKM Darurat yang hanya seribu tracing. Kini Bali per hari rata-rata tracing sebanyak di atas 3 ribu jiwa sehingga terjadi peningkatan kasus yang ditemui.  

“Bagi masyarakat yang belum memiliki kartu vaksin dan hasil antigen non-reaktif akan dikembalikan dan tidak boleh menyebrang sehingga mobilitas yang memungkinkan penularan Covid-19 ini dapat kami kendalikan," ungkap Koster (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Defense Equipment