Home » » Ekspedisi Aurora TNI AL Sasar Daerah Halmahera Dan Papua

Ekspedisi Aurora TNI AL Sasar Daerah Halmahera Dan Papua

Posted by Indonesia Mandiri on Juli 18, 2021

Salah satu kapal riset unggulan Pushidrosal
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, Indonesia perlu terus melengkapi kekayaan risetnya dalam menggali segala potensi yang di perairannyanya. Hal ini yang membuat TNI AL, merancang ekspedisi Jala Citra I “AURORA” TNI AL, yang direncanakan dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober 2021 menggunakan kapal riset dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal), yakni KRI Spica-934.

Ekspedisi Aurora menjadi alah satu rangkaian kegiatan peringatan 100 tahun hari Hidrografi Dunia. Peringatan satu abad hidrografi dunia di 2021, merupakan momentum emas yang menyebut eksistensi dan perjalanan panjang serta transformasi peran hidrografi, yang kini tak hanya turut menjamin keselamatan navigasi pelayaran, tetapi juga berkontribusi bagi kepentingan strategis lainnya.

Untuk mempertajam serta melengkapi pandangan ilmiah terkait rencana ekspedis, Pushidrosal membuat Forum Group Discussion (FGD) secara daring, diikuti para pakar kelautan, akademisi dan stake holder terkait, bertema :”Mengungkap Sumberdaya Kelautan di Wilayah Perairan Halmahera, dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan  antara lain menyampaikan arahan Kepala Staf TNI AL, agar ekspedisi ini dapat menjadi momentum kebangkitan kembali peran Indonesia sebagai negara maritim yang diakui dunia, melalui riset pengetahuan serta melengkapi inventarisasi potensi sumber daya kelautan serta karakteristik lingkungan laut perairan nasionalnya.

Danpushidrosal Laksdya TNI Agung Prasetiawan
Dalam Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” ini, tambah Danpushidrosal,  akan mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera (Maluku) dan perairan Papua dalam rangka turut mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pushidrosal juga mengundang para peneliti dari Kementerian-Lembaga serta perguruan tinggi yang terkait dengan  bidang hidrografi, geodesi, geologi, oseanografi, meteorologi, kelautan serta perikanan, guna membahasnya dalam FGD. Pada FGD ini, diantaranya dikemukanan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah 5,8 juta km2, memiliki wilayah perairan dengan mega biodiversitas yang belum tereksploitasi secara optimal. Sehingga  masih diperlukan adanya kajian yang mendalam tentang berbagai potensi dan fenomena kelautan yang terkandung didalamnya.

Hadirnya ekspedisi Aurora diharapkan juga dapat meneliti fenomena aliran pergeseran arus dari Samudra Pasifik ke Laut Banda sampai ke Samudra Hindia, serta koneksitasnya dengan sistem cuaca dan kandungan mineral bawaan. Dan, pengetahuan tentang bentukan fitur batimetri serta karakteristik biokimia kelautan serta kondisi oseanografi fisik, manfaatnya tak hanya bagi ekplorasi dan ekploitasi sumberdaya mineral dan hayati saja, tetapi juga untuk kepentingan pertahanan di laut (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri