Home » , » Di COP26, Indonesia Tekan Negara Maju Lebih Berkontribusi

Di COP26, Indonesia Tekan Negara Maju Lebih Berkontribusi

Posted by Indonesia Mandiri on Juli 28, 2021

  Menteri LHK Siti Nurbaya memimpin delegasi Indonesia di Forum COP 26
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya  memimpin DELRI (Delegasi Republik Indonesia) beri pandangan materi krusial COP26 Glasgow, Inggris, di “The July Ministerial Meeting COP26 UNFCCC” (25-26 Juli 2021). Pertemuan secara hybrid oleh Pemerintah Inggris selaku Tuan Rumah COP26 UNFCCC ini, bertujuan memberikan kesempatan kepada para Menteri Lingkungan Hidup dari negara-negara pihak UNFCCC, membahas penyelesaian poin-poin krusial untuk disepakati dalam COP26 yang dijadwalkan digelar bulan November nanti di Glasgow.

Bertindak sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia, Siti menyampaikan, Indonesia menempatkan agenda adaptasi sama pentingnya dengan mitigasi dalam aksi-aksi pengendalian perubahan iklim. Indonesia juga telah menetapkan Peta Jalan/Road Map Adaptasi Perubahan Iklim hingga 2030, yang dituangkan dalam Updated NDC (Nationally Determined Contribution).

“Dalam implementasinya, kami juga melibatkan peran aktif masyarakat diantaranya melalui Program Kampung Iklim (ProKlim), Ekoriparian, restorasi ekosistem mangrove dan agroforestry perhutanan sosial sebagai langkah kerja adaptasi iklim. Kami juga melibatkan dan mengintegrasikan program kerja kementerian/lembaga dan subjek sektoral ke dalam program ini, termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, sektor swasta, tokoh lokal dan masyarakat di tingkat tapak,” papar Siti.

Indonesia mempunyai komitmen yang sangat tinggi terhadap adaptasi perubahan iklim. Oleh karenanya, Spada topik "Mobilising Finance", Siti menegaskan, Indonesia mendesak negara maju memenuhi komitmen pendanaan untuk mendukung negara-negara berkembang dalam mengimplementasikan NDC.

Delegasi Indonesia terdiri dari lintas Kementerian/Lembaga
Untuk mencapai tujuan tersebut, Siti mengungkapkan beberapa hal  perlu diperhatikan, yaitu mempermudah akses terhadap pendanaan iklim bagi negara-negara berkembang untuk meningkatkan ambisi NDC, dan membangun Long Term Strategy mereka. Indonesia juga memiliki pandangan, program kerja Long Term Climate Finance (LTF) harus berlanjut setelah 2020.

"Kami berharap COP26 dapat meningkatkan ambisi atau upaya dari negara-negara maju. Peningkatan ambisi ini dapat mencakup pemenuhan angka serta meningkatkan kejelasan/kepastian mobilisasi pendanaan iklim dari berbagai sumber, serta mencakup perimbangan pembiayaan antara mitigasi dan adaptasi," pesan Siti (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

.