Home » » Intip Keunikan Pacuan Kuda Bima

Intip Keunikan Pacuan Kuda Bima

Posted by Indonesia Mandiri on Juni 14, 2021

Penunggang kuda di lomba ini adalah anak usia enam hingga Sembilan tahun
Bima/NTB
 (IndonesiaMandiri) – "Saya menyaksikan langsung dan kita mendukung kegiatan pacuan kuda yang merupakan tradisi masyarakat Bima dan sekitarnya yang selama ini menjadi event daerah agar bisa menjadi event skala nasional," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat berkunjung ke Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat/NTB (13/6).

 

Salah satu yang didatangi Sandiaga adalah meninjau event Pacuan Kuda yang merupakan salah satu tradisi dan budaya di wilayah itu. Didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri, Sandiaga menikmati beberapa lomba balap kuda di Arena Pacuan Kuda Desa Panda, Kecamatan Palibelo.

 

"Saya menyaksikan langsung dan kita mendukung kegiatan pacuan kuda yang merupakan tradisi masyarakat Bima dan sekitarnya yang selama ini menjadi event daerah agar bisa menjadi event skala nasional," jelas Sandiaga.

 

Selain itu, Menparekraf juga menerima masukan dari Pemerintah daerah untuk mendukung revitalisasi sarana dan fasilitas arena pacuan kuda. Sehingga layak dinikmati oleh masyarakat dan menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan yang datang ke Bima.

 

"Kami juga mengajak youtuber Atta Halilintar beserta istri dan stand up comedian Rigen Rakelna untuk bisa mempromosikan kegiatan ini dalam upaya membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif tentunya dengan kepatuhan dan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di Bima," terang Menparekraf.

 

Pacuan kuda (pacoa jara) sudah menjadi tradisi masyarakat Bima. Event ini disaksikan ratusan bahkan ribuan penonton yang datang dari berbagai pelosok desa. Kuda yang mengikuti lomba adalah kuda asal Bima dengan joki cilik berusia 6 hingga 9 tahun. Mereka berpacu tanpa menggunakan pelana.

 

Kemenparekraf akan tingkatkan kualitas event lomba agar bisa berskala nasional
Terkait adanya isu eksploitasi joki cilik atau si pebalap kuda, Menparekraf juga telah bertemu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga untuk membentuk tim agar melakukan pendampingan. "Kita pastikan kegiatan ini sesuai dengan kelayakan dari sisi perlindungan anak dan harapannya tradisi dan budaya ini bisa terus dilestarikan sehingga bisa menyejahterakan dan menjadi daya tarik wisata di Bima," janji Sandiaga.

 

Sementara Bupati Bima menjelaskan, tradisi pacuan kuda sangat terkenal. Kehadiran Menparekraf diharapkan menjadi dukungan bagi olahraga, tradisi, dan budaya pacuan kuda di Kabupaten Bima dan Pulau Sumbawa secara umum (dh/ad).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Defense Equipment