Home » » Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Ende Miliki Program TOSS

Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Ende Miliki Program TOSS

Posted by Indonesia Mandiri on Juni 26, 2021

Pesona wisata di Ende sudah diakui dunia
Ende/NTT (IndonesiaMandiri) –  “Realisasi dari TOSS (Teknologi Olah Sampah Di Sumbernya) di Kabupaten Ende ini menjadi solusi permasalahan yang didominasi oleh sampah biomassa seperti daun, ranting, rumput, limbah perkebunan, limbah pertanian, dan sampah organik lainnya,” kata Bupati Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur/NTT, Djafar H. Ahmad, saat "Virtual Talkshow Kick Off Continuous Run Cofiring di PLTU ROPA dan Wisata Energi Bersih di Kabupaten Ende" (25/6),

Tampak hadir dalam acara ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf Frans Teguh; Staf Ahli Kemendagri Hamdani; Dirjen PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK Rosa Vivien Ratnawati serta Bupati Ende Djafar H. Achmad beserta jajarannya.

Produk dari olahan TOSS akan digunakan sebagai bahan baku co-firing pada PLTU Ropa, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar rumah tangga dimana masyarakat Ende sebelumnya banyak menggunakan minyak tanah dan kayu bakar. Ini program hasil kolaborasi antara Pemkab Ende, PT PTL (Persero) UPK Flores, Comestoarra.com, serta organisasi nirlaba Acil, guna meningkatkan kualitas serta keberlanjutan lingkungan sebagai tujuan utama dari pengembangan pariwisata Indonesia ke depan.

"Kami sangat support karena pariwisata yang berkualitas, pariwisata era baru pascapandemi adalah pariwisata yang mengutamakan cleanliness, health, safety and environmental sustainability_. Kita ingin dorong kelestarian, keberlanjutan lingkungan, dan juga keramahan lingkungan," puji Menparekraf.
Kehadiran TOSS menambah keindahan Ende guna wujudkan pariwisata berkelanjutan
Kehadiran produk dari TOSS dipastikan akan memperkuat Ende sebagai daerah tujuan pariwisata nasional bahkan internasional. Kemenparekraf mencatat, di Ende terdapat 108 daya tarik wisata dengan 64 wisata alam yang diantaranya adalah destinasi kelas dunia Danau Kelimutu serta pantai, gunung, dan danau lainnya. Selain itu terdapat 31 wisata budaya dan 13 wisata buatan termasuk wisata sejarah.

"Kita ingin menghadirkan kenangan bagi wisatawan bahwa Indonesia sangat mengedepankan aspek-aspek kelestarian lingkungan dan ekowisata, juga pariwisata berbasis budaya dan lingkungan yang akan semakin berkembang ke depan. Mari terus lakukan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi, kita terus hadirkan energi baru dan terbarukan," terang Sandiaga.

"KLHK sangat mendukung dukung program ini dan semoga bisa berjalan dengan baik. Sampah bersih, pariwisata akan meningkat. RDF komunal TOSS diharapkan dapat jadi contoh di seluruh Indonesia," ungkap Vivien.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Defense Equipment