Home » » Indonesia Membutuhkan Tokoh Muda Green Leadership

Indonesia Membutuhkan Tokoh Muda Green Leadership

Posted by Indonesia Mandiri on Mei 25, 2021

Menteri LHK Siti Nurbaya (baju merah) ajak generasi muda peduli lingkungan
Jakarta (IndonesiaMandiri) – “Kita membutuhkan generasi penerus sebagai pengelola lingkungan hidup dan kehutanan kedepan, yang dibekali pendidikan, pengetahuan dan leadership (kepemimpinan). Mereka adalah awal dari potensi untuk membangun dan menjaga lingkungan hidup, sebagai generasi muda yang mencintai Indonesia”, ucap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan/LHK Siti Nurbaya, saat membuka acara  Program Pendidikan Green Leaders, digagas Institut Hijau Indonesia, di Jakarta (23/5).

Green Leadership (Kepemimpinan Hijau) adalah kemampuan dari seorang individu pemimpin dalam menentukan kebijakan yang pro lingkungan dan dapat mempengaruhi serta memobilisasi individu lain dalam organisasi untuk mendukung kebijakan pro lingkungan tersebut.

Kualitas lingkungan akan menentukan masa depan, karena akan berdampak terhadap kualitas hidup manusia, seperti ekonomi, ketahanan pangan, dan lain-lain. Selain itu, pengetahuan yang dimiliki, teknologi, perilaku serta komitmen juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan dan kualitas interaksi dengan lingkungan, dimana generasi muda saat ini sebagai penentu.

Sebagai negara yang sedang menikmati bonus demografi, tambah Siti, Indonesia kini memiliki jumlah anak muda potensial penggerak perubahan sangat banyak. Dari data statistik, 270 juta penduduk Indonesia, sekitar 25,87% adalah generasi milenial (usia sekarang 24 – 39 tahun) dan 27,94% generasi Z (usia 8 – 23 tahun). Potensi yang dimiliki berupa idealisme, mobilitas tinggi dan dinamis, kepedulian dan kesetiakawanan sosial, inovatif dan kreatif serta keberanian dan keterbukaan, dapat dimaksimalkan untuk menjadi penggerak pelestarian sumber daya alam dan lingkungan Indonesia kedepan.

“Di era sekarang, generasi X (usia sekarang 40 – 55 tahun) pada umumnya merupakan pemimpin puncak di berbagai organisasi/perusahaan, generasi milenial sebagai manajemen madya dan generasi Z menjadi angkatan kerja baru”, papar Siti.

Jadi, menurut Siti, “Generasi muda dapat berperan dalam penerapan gaya hidup minim sampah, dengan mulai belanja tanpa kemasan, tolak dan kurangi penggunaan plastik sekali pakai, pilah sampah dari rumah, dan selalu habiskan makanan serta komposkan sisa-sisa makanan.” Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang bisa diperankan generasi muda kini.

Adanya kejadian-kejadian besar seperti tsunami, kebakaran hutan, dan pemanasan global serta perubahan iklim, yang mengakibatkan kehancuran alam, menyadarkan generasi Z akan pentingnya alam. Hal ini menjadi pemicu kepedulian gen Z, yang merindukan suasana alam yang benar-benar terjaga seperti saat mereka kecil.

“Sangat baik ketika ada satu generasi yang menjadi pionir bagi kepedulian terhadap isu lingkungan. Untuk itu, sangatlah diperlukan dukungan dan perhatian dari generasi yang lebih matang untuk membuat generasi ini tetap pada jalannya yang idealis.,” tegas  Siti.

 

Program Green Leaders Indonesia diinisiasi Institut Hijau Indonesia, memfasilitasi anak muda sebagai generasi penerus bangsa agar memiliki perspektif keadilan sosial dan lingkungan hidup, keberpihakan kepada lingkungan hidup. Program ini ingin menjaring calon pemimpin yang berasal dari beragam latar belakang agar semua segmen dalam masyarakat memiliki calon pemimpin yang punya prespektif green dan keberpihakan nyata bagi penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup.

Para peserta didik akan ditemani oleh para leaders, akademisi, praktisi, dan aktivis yang memiliki rekam jejak Panjang dalam bidang masing-masing (ma)

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

.