Home » » Cina Bantu TNI AL Dalam Operasi Salvage KRI Nanggala-402

Cina Bantu TNI AL Dalam Operasi Salvage KRI Nanggala-402

Posted by Indonesia Mandiri on Mei 19, 2021

Diharapkan di akhir Mei ini ada bagian dari Kapal Selam Nanggala 402 yang bisa diangkat
Surabaya
 (IndonesiaMandiri) – Panglima Koarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto mewakili TNI AL, bersama Atase Pertahanan (Athan) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Senior Kolonel Chen Yongjing, membeberkan perkembangan hasil Operasi Salvage atau pengangkatan KRI Nanggala-402 dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar, Bali (18/5).

Pangkoarmada II didampingi Danguskamla Koarmada II Laksma TNI I Gung Putu Alit Jaya sebagai Komandan Satgas Operasi Salvage KRI Nanggala-402, Asops Pangkoarmada II, Asintel Pangkoarmada II serta Danlanal Denpasar menyampaikan, lokasi tenggelamnya KRI Nanggala di kedalaman 839 meter terdeteksi berkat kerjasama antara KRI Rigel 933 dan MV Swift Rescue dari Singapura.

Hasil deteksi Multi Beam Echosounder dari kapal milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL atau Pushidrosal, KRI Rigel 933, lalu ditindaklanjuti oleh Remotely Operated Vehicle (ROV) dari MV Swift Rescue untuk memastikan kondisi bagian-bagian kapal.

“Selanjutnya setelah dilaksanakan identifikasi lebih lanjut oleh kapal Salvage dari Tiongkok bagian-bagian dari KRI Nanggala 402 yang telah ditemukan di antaranya adalah Bagian Haluan (Bow Section), Bagian Anjungan (Sail Section) dan Bagian Buritan (Stern Section). Bagian-bagian tersebut terpisah dan terlepas dari badan tekan (Pressure Hull) yang merupakan bagian utama KRI Nanggala 402. Posisi dari ketiga bagian besar KRI Nanggala 402 telah ditandai namun untuk posisi dari badan tekan masih belum dapat diidentifikasi, “ terang Laksda TNI Iwan.

Pada bagian lain, melalui penerjemah Bahasa Indonesia, Athan RRT menjelaskan, pihaknya telah melakukan 13 kali operasi di bawah laut dan sudah mengetahui posisi dan keadaan reruntuhan KRI Nanggala, dan sudah mengirimkan banyak gambar maupun video, juga berhasil mengangkat bagian-bagian yang ringan seperti Life Raft.

Athan Cina menyebut, barang temuan KRI Nanggala sudah diserahterimakan melalui dirinya dan TNI AL. Sementara itu untuk membantu proses Salvage KRI Nanggala, Cina mengirim tiga kapalnya. Dua kapal milik AL Tiongkok yang diperbantukan adalah Yongxingdao-863, dengan spesifikasi ocean salvage and rescue, Nantuo-195 dengan spesifikasi ocean tug. Dan kapal milik Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok yakni Tan Suo-2 dengan spesifikasi ocean salvage.

“Selama menjalankan tugas salvage ini, kapal-kapal kami bekerja sama dan menjaga komunikasi yang erat dengan kapal-kapal TNI AL. Saat ini tugas kapal kami juga telah beralih dari Tahap Observasi ke Tahap Pengangkatan. Sebagaimana yang kita ketahui, pengangkatan di bawah laut yang sangat dalam adalah masalah rumit di seluruh dunia. Kami akan berupaya penuh melaksanakan pengangkatan di bawah laut berdasarkan keadaan nyata di bawah laut dan kemampuan kapal-kapal kami,” jelas Senior Colonel Chen Yongjing.

Pangkoarmada II menambahkan, TNI AL memahami operasi salvage di kedalaman laut 839 meter bukanlah hal mudah. “Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari pihak Tiongkok dalam operasi salvage KRI Nanggala 402. Dan setidaknya hingga akhir Mei, kita berharap Tan Suo Er Hao berhasil mengangkat bagian yang dapat diangkat, yakni buritan (stern section) dan anjungan (sail section). Sebab mereka sudah mencobanya namun gagal karena tali sling yang digunakan putus untuk mengangkat beban yang diperkirakan seberat lebih dari 18 ton,” tegas Laksda Iwan Isnurwanto (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

.