Home » » Berbincang Dengan Pimpinan Badan Otorita Borobudur

Berbincang Dengan Pimpinan Badan Otorita Borobudur

Posted by Indonesia Mandiri on Mei 01, 2021

Lingkup otoritas BOB mencakup 38 kabupaten/kota di Jawa Tengah
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Kawasan pariwisata Borobudur telah ditetapkan Presiden sebagai salah satu dari lima destinasi super prioritas (DSP). Ini pertanda, banyak hal harus dilakukan untuk menampilkan berbagai keunggulan Borobudur. Itu pula sebabnya, Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membentuk Badan Otorita Borobudur (BOB), guna merealisasi berbagai program unggulan, baik di level nasional maupun internasioanal.

Adalah Indah Juanita, yang kini mengkomandoi BOB. Perempuan kelahiran Bandung, Juni 1962, sejak 2006 pernah menjabat Direktur Garuda Wisnu Kencana, serta banyak terlibat saat pembangunan  Kawasan Pariwisata Mandalika, Lombok, yang kini juga ditetapkan sebagai DSP.

Direkrut Utama BOB Indah Juanita bersama Menparekraf Sandiaga Uno

Indah yang Alumni Teknik Arsitektur Universitas Katolik Parahiyangan bandung (S1) dan Magister Manajemen Universitas Udayana Bali (S2), kini fokus kembangkan BOB dengan berbagai tantangannya. Terlebih, kini ada pandemi Covid-19, yang membuat kunjungan maupun tren wisatawan pun mengalami perubahan yang mendasar. Berikut petikan wawancaranya dengan IndonesiaMandiri:

IndonesiaMandiri (IM). BOPB telah berdiri sejak 2018. Bisa dijelaskan program prioritas jangka pendek, menengah dan panjang?

Indah Juanita (IJ). Pengembangan kawasan diproyeksikan dilakukan selama 15 tahun yang terbagi menjadi tiga tahapan dengan durasi masing-masing tahapan adalah selama 5 tahun.

Tahap 1: 2020 – 2024 Dengan tingginya kebutuhan akan exposure kawasan wisata namun juga di sisi lain tingginya kebutuhan modal yang dibutuhkan untuk pengembangan tahap awal kawasan, fokus utama nya adalah pada infrastruktur dasar dan konektivitas lahan terhadap makro linkage di sekitarnya, TIC (tourist information centre), hotel berbintang, fasilitas retail berkualitas, serta paling utama adalah atraksi wisata yang menarik namun cukup cost-effective (seperti trekking, wisata viewing point, cycling, dan sebagainya).

Tahap 2: 2025 – 2029 Fokus pengembangan adalah pada kelengkapan jenis wisata dan akomodasi di Kawasan Borobudur Highland untuk mencapai jangkauan market yang lebih besar, seperti menangkap pasar wellness, pasar MICE (contohnya kegiatan meeting ataupun outbond perusahaan), juga segmen wisata keluarga berbasis child-friendly (seperti children playground dan mini zoo).

Tahap 3: 2030 – 2034 Lebih pada perkuatan sarana yang telah ada, variasi atraksi dan akomodasi di Kawasan Borobudur Highland, serta pemberdayaan kawasan sekitar untuk berkembang bersama-sama dengan perkembangan Kawasan Borobudur Highland.

IM. Jangkauan wilayah otorisasi BOB sangat luas.  Berapa kabupaten totalnya?

IJ. Jangkauan wilayah otoritasi BOB mencakup 38 (tiga puluh delapan) Kabupaten & Kota, yaitu DIY (Daerah istimewa Yogyakarta): Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Gunungkidul. Jateng : Kabupaten Purworejo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Klaten, Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten, Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabuapten Semarang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Batang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Temanggung, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan,  Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Brebes, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati,  Kabupaten Rembang. Jawa Timur : Kabupaten  Pacitan, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo.

IM. Seiring adanya pandemi Covid-c19, banyak hal menjadi berubah. Apa langkah strategis BOB menanggapinya tntangan ini?

IJ. BOB melakukan beberapa langkah  strategis menghadapi kondisi dan situasi di tengah pandemi Covid-19 diantaranya adalah dengan Gerakan Bisa, Kegiatan ini merupakan inisiasi BOB memberikan dukungan fisik alat kesehatan seperti masker, faceshield, sabun, hand sanitazer, dan lain lain kepada sejumlah pelaku wisata di DTW di DIY dan Jateng sebagai upaya dalam pengendalian penularan Covid-19.

Pembagian Sembako, BOB bekerjasama dengan Kemenparekraf dan Pemda DIY melakukan kegiatan pendukungan berupa sembako yang ditujukan kepada pelaku industri wisata, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19

Membuat pelatihan SDM Parekraf di destinasi pariwisata DIY dan Jateng, bekerjasama dengan lembaga sertifikasi.  Pelatihan dan pendampingan Adaptasi Kebiasaan Baru kepada tujuh DTW (daerah tujuan wisata) di tiga Kabupaten, yaitu Kulonprogo, Purworejo, dan Magelang bertujuan memberi edukasi tentang SOP pelayanan wisata dengan penerapan protokol kesehatan dan bersertifikat sebagai tanda komitmen bahwa DTW tersebut siap seandainya objek wisata sudah dibuka oleh gugus tugas Covid-19.

Pelatihan Konten Digital di DIY & Jawa Tengah, difokuskan pada Fotografi, Videografi, dan pembuatan Narasi. Konten digital ini sangat dibutuhkan bagi masyarakat ditengah pandemi Covid-19, dimana masyarakat hanya dirumah saja. Maka para pelaku industri parekraf diharapkan mampu memberikan informasi menarik dengan foto, video yang bisa diupload di sosmed masing- masing DTW.

Pelatihan CHSE (cleanliness, health, safety and environment sustainability) untuk SDM Parekraf di Desa Wisata DIY dan Jawa Tengah. Ini merupakan lanjutan dari pelatihan konten digital yang melibatkan tujuh Desa Wisata di Kulonprogo, Magelang, dan Purworejo.

IM. Desain apa yang ingin dikembangkan untuk wisata Borobudur terkait tren saat ini ke arah quality tourism?

IJ.  Apa saja yang dilihat untuk menunjang kualitas terbaik, tidak hanya lokasi wisata nya saja. Yang perlu ditata, perlu beberapa yang mendukung quality tourism, seperti Infrastruktur nya harus ramah terhadap wisatawan, Toilet, Listrik, Air dan Pencahayaan

Candi Borobudur dikembangkan menjadi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan

IM.  Apa saja kerjasama yang digarap dengan pihak asing dan lokal guna pengembangan?

IJ. Pihak- pihak yang sudah menyatakan berkeinginan bekerjasama  dengan BOB antara lain: PT.INKA yang dipegang oleh BUMN, bergerak dibidang Kereta Api berencana membangun jalur Cable Car dari Candi Borobudur ke Zona Otorita. Karena memang dirasa cocok tempat yang bertebing untuk jalur Cable Car.

Ada Endurox.,  Zona Otorita ada jalur sepeda endurox untuk melaksanakan kejuaraan sepeda. Perlu adanya sertifikasi oleh pihak kejuaraan sepeda, perlu adanya sertifikasi oleh pihak penyelenggara terkait jalur sepeda, salah satunya oleh UCI (Union Cycliste Internationale)

Bobobox, yakni kerjasama membangun akomodasi penginapan dan dibantu pemanfaatan teknologi digital dalam pemanfaatan aplikasi digital untuk memasarkan hotel kapsul di Borobudur Highland.

IM. Candi borobudur menjadi aset dunia, khususnya umat budha.  Indonesia juga memiliki Candi Budha lainnya yang lebih besar dan tua di muaro Jambi.  Adakah kemungkinan dibuat progam "sister candi" seperti napak tilas?

IJ. Untuk sementara berdasar masterplan BOB saat ini belum ada (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala