Home » » Pemerintah Beri Stimulus Khusus Pulihkan Pariwisata Bali

Pemerintah Beri Stimulus Khusus Pulihkan Pariwisata Bali

Posted by Indonesia Mandiri on April 10, 2021

Bantuan dana untuk pelaku usaha parekraf di Bali bakal diperluas di 2021
Bali
 (IndonesiaMandiri) – "Saya menyadari, Bali adalah salah satu provinsi yang paling dalam pengaruhnya akibat pandemi ini. Jadi sesudah kita mendengar berbagai aspirasi dari pelaku usaha hotel, restoran, cafe, horeca. Ini salah satu yang paling dahsyat terkena dari Covid-19. Hibah pariwisata 2020 se-provinsi Bali, di sini alokasinya Rp 3,3 triliun untuk 101 daerah seluruh daerah. Untuk Bali sendiri Rp1,18 triliun untuk 9 kabupaten/kota," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Bali (9/4).

Sri Mulyani menjadi salah satu pembicara penting, dalam Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional Temu Stakeholders di Bali, yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Disamping tuan rumah Menparekraf Sandiaga Uno, juga hadir Ketua OJK Wimboh Santoso, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Menurut Sri Mulyani, pihaknya akan menggunakan instrumen Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendukung sektor pariwisata agar segera bangkit dan pulih, khususnya di Bali. Pihaknya sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/PMK.08/2021 terkait skema penjaminan kredit modal kerja. Lewat aturan ini, pemerintah melonggarkan jaminan kredit untuk pelaku usaha yang mempekerjakan minimal 50 karyawan, dari batas sebelumnya minimal 300 karyawan.
Pemerintah beri perhatian khusus bagi pemulihan pariwisata Bali 
"Jumlah pinjamannya pun diturunkan, lama pinjamannya diperpanjang menjadi 3 tahun, dan ini semua dikaitkan terutama banyak perusahaan di bidang hotel, akomodasi, restoran yang terkena dampak yang cukup besar," tambah Menkeu.

Sementara Sandiaga menggarisbwahi, "Pemerintah akan terus mendorong akselerasi pemulihan ekonomi. Namun kita harus pastikan bahwa angka penularan Covid-19 bisa terkendali dengan baik. PPKM skala mikro menunjukkan hasil awal yang cukup baik oleh karena itu kita akan terus tekan sehingga tidak ada kenaikan kasus.”

Sebagai upaya pemulihan, sambung Sandiaga, Pemprovi Bali sudah mengajukan dana pinjaman lunak (soft loan) untuk pemulihan ekonomi, terutama di sektor pariwisata mencapai Rp9,4 triliun.

"Saat ini soft loan sedang digodok dan dibahas di lintas K/L. Kita harapkan bisa mendapat titik terang dalam waktu dekat. Selain itu para pelaku parekraf juga perlu restrukturisasi. Karena begitu Bali buka kembali pada Juni-Juli 2021, usaha-usaha ini dari segi suplai site membutuhkan dana untuk beroperasi kembali terutama terkait dana bantuan baik dana restrukturisasi atau pinjaman lunak," papar Sandiaga.

Menparekraf telah mengusulkan dana hibah pariwisata 2021 sebesar Rp3,7 triliun. Namun pihaknya sedang mengumpulkan data terverifikasi dengan baik dan diharapkan penyerapannya bisa lebih maksimal, lantaran ada waktu jauh lebih cukup dibanding tahun lalu. "Dana hibah pariwiasata nantinya akan dialirkan ke sektor pariwisata bukan hanya hotel dan restoran saja, tapi juga diperluas seperti tempat rekreasi, biro perjalanan, dan lain-lain," urainya (ag/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala