Home » » Desa Wisata Krebet Tampilkan Kekayaan Membatik Di Kayu

Desa Wisata Krebet Tampilkan Kekayaan Membatik Di Kayu

Posted by Indonesia Mandiri on April 27, 2021

Perempuan Desa Wisata Krebet asyik dengan cantingnya membatik diatas kayu
Bantul/DIY (IndonesiaMandiri) – Sejumlah perempuan muda tampak sedang asyik membatik, di Desa Krebet, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tapi, uniknya, mereka memakai canting bukan untuk dikain seperti umumnya kita jumpai. Namun diatas kayu. Hasilnya, produk seperti topeng batik kayu, wayang, patung, bingkai cermin, gantungan kunci, kursi dan beberapa produk ekonomi kreatif (ekraf) lainnya.

“Melihat besarnya potensi tersebut, saya secara konkret mengarahkan jajaran Kemenparekraf (Kemenparekraf) yang membawahi ekraf untuk mengeksekusi beberapa program pendampingan dan beberapa program yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Karena pada intinya kita ingin memulihkan perekonomian khususnya di Kabupaten Bantul,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, saat berkunjung ke Desa Krebet (26/4).

Untuk mendukung peningkatan kapasitas para pelaku ekraf di sana, Menparekraf menginstruksikan jajarannya memberikan dukungan berupa pendampingan dan peningkatan kapasitas bagi warga Desa Krebet yang terlibat.

Kemenparekraf sebelumnya memiliki berbagai program pendampingan bagi pelaku ekeaf. Salah satunya pemasaran digital, dimana warga belajar memahami perubahan perilaku konsumen selama pandemi, cara membangun branding di dunia digital, mengembangkan pemasaran digital, rencana bisnis digital, serta mendatangkan penjualan.

Melalui pendampingan tersebut, diharapkan sektor parekraf masyarakat, khususnya di Kabupaten Bantul bangkit kembali. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengemukakan, ekraf memang menjadi salah satu andalannya. Bahkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada 2017 telah menetapkan Bantul sebagai kabupaten kreatif kriya terkuat di DIY.

Dimana tercatat 70 persen hasil ekspor DIY berasal dari Kabupaten Bantul. “Sungguh bergembira hari ini mendapat dukungan yang begitu besar dari Pak Menteri, sehingga diharapkan Kabupaten Bantul dapat cepat dalam proses pemulihan ekonomi melalui sektor menjadi unggulan daerah yaitu pariwisata dan ekonomi kreatif,” tanggapnya dihadapi Menparekraf.

“Kendala kami memang terkait jalan atau akses menuju desa-desa wisata serta utilitas dasar seperti telekomunikasi. Dengan dilakukan pemenuhan sarana dan prasarana infrastruktur ke depan, mudah-mudahan 43 desa wisata yang ada di Bantul akan pulih dan mampu menerima kedatangan wisatawan lebih banyak jauh sebelum pandemi,” harap Muslih (ma/vh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri