Home » » Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Di Flores Timur

Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Di Flores Timur

Posted by Indonesia Mandiri on Februari 09, 2021

Kemenko Marves jembatani pemda dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di NTT
Labuan Bajo/NTT
 (IndonesiaMandiri) – "Ini merupakan kelanjutan Rapat Koordinasi dengan Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang telah diadakan sebelumnya dengan melibatkan empat kabupaten, yaitu Mentawai, Nganjuk, Flores Timur, dan Nagekeo. Hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian untuk melakukan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah di luar Jawa," ucap Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi  Kemenko Marves  Ayodhia G. L. Kalake.

Ayodhia memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Wilayah di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Nagekeo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur/NTT (9/2). Dari sini, Kemenko Marves ingin mendapatkan informasi lebih teknis tentang pembangunan di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Nagakeo, termasuk persiapan dan penyelesaian dokumen pendukung dalam rangka mendapatkan anggaran pusat.

Untuk itu, Kabupaten Flores Timur dan Nagekeo perlu menyiapkan dokumen pendukung sebagaimana yang telah diselesaikan oleh Kabupaten Mentawai dan Kabupaten Nganjuk. Dokumen yang dimaksud, antara lain Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), izin lingkungan Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), dan rincian anggaran biaya (RAB).

Ayodhia mengingatkan agar dokumen dibuat secara ringkas, tetapi disertai dengan dengan data pendukung yang sesuai, termasuk penjelasan manfaat bagi masyarakat. "Berbagai program/proyek tersebut memang dimaksudkan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat," jelas Ayodhia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Flores Timur menyampaikan beberapa usulan pembangunan infrastruktur, seperti perluasan bandara Gewayan Tana dan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Kaloke Jaya, Desa Lamahala Jaya. Lalu, pengembangan destinasi wisata Meko yang akan menghidupkan banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Juga perlu perpanjangan Jembatan Tambatan Perahu (JTP) Meko, ruas Jalan Witihama-Waiwerang dan ruas Belang-Meko-Bani serta pembangunan jalan dan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Larantuka yang terhubung dengan SPAM di Laweran.

Di sisi lain, perwakilan Bappeda Kabupaten Nagekeo menyampaikan terdapat tiga usulan pembangunan di daerah terkait. Pertama, perpindahan lokasi pembangunan bandara dengan panjang 1,300 meter. Kedua, Pelabuhan Maropokot. Ketiga, rest area Angelan.

"Masukan dari setiap kabupaten akan didiskusikan dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait serta pemerintah pusat lainnya," jawab  Ayodhia (lw).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

.