Home » , » Kedua Kalinya, Pushidros TNI AL Raih “INDRIYA MANDRAWA” Dari LAPAN

Kedua Kalinya, Pushidros TNI AL Raih “INDRIYA MANDRAWA” Dari LAPAN

Posted by Indonesia Mandiri on Februari 01, 2021

Satelit LAPAN sangat membantu Pushidros TNI AL dalam pemetaaan di laut dan tugas lainnya
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidros TNI AL) dapat Penghargaan “Indriya Mandrawa” dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) RI, dalam pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Citra Satelit Penginderaan Jauh, diselenggarakan secara daring (27/1), bertajuk “Inovasi Pemanfaatan Teknologi Satelit Penginderaan Jauh Untuk Perencanaan Kota Pemantauan Hutan dan Kebencanaan”

Penghargaan diberikan Kepala LAPAN Thomas Jamaluddin kepada Kapushidrosal Laksda TNI Agung Prasetiawan, karena dinilai Pushidros TNI AL sebagai  pelaku yang aktif dalam memanfaatkan data dan informasi satelit Penginderaan Jauh selama periode 2020. Ini adalah untuk kedua kalinya Pushidros TNI AL menerima penghargaan dari LAPAN.

Penyerahan penghargaan tersebut merupakan salah satu langkah LAPAN untuk memacu penggunaan dan pemanfaatan data serta informasi satelit Penginderaan Jauh oleh stakeholder terkait. LAPAN terus melakukan riset dan inovasi di bidang pemanfaatan teknologi satelit penginderaan jauh, seperti  pengembangan platform Sistem Penyajian Data Penginderaan Jauh yang Cepat, Mudah, Aman dan Populer (SPACeMAP), akan membantu pengguna mengakses data dan informasinya.

Rakornas Citra Satelit Penginderaan Jauh tahun ini, membahas perihal peran penting yang telah dikembangkan guna mendukung perencanaan kota. Data dan informasi penginderaan jauh telah dimanfaatkan untuk pemantauan hutan dan kebencanaan serta berbagai kegiatan prioritas pembangunan nasional.

Sampai saat ini, Pushidros TNI AL telah memanfaatkan citra satelit inderaja dari LAPAN untuk verifikasi peta laut, khususnya perubahan pada wilayah perairan pesisir dangkal,  garis pantai dan atau wilayah perairan yg kedalamannya berkisar +/- 0 s.d 10 meter. Alat ini juga sangat bermanfaat bagi pemutakhiran data di area terpencil secara efektif dan efisien.

Fungsi lainnya, dapat melihat area terdampak bencana maupun sebagai fungsi dukungan pemetaan laut bagi pembangunan nasional seperti kawasan konservasi laut, kawasan perlindungan lingkungan laut serta kawasan potensi pariwisata bahari maupun prioritas nasional lainnya dalam mewujudkan blue economy serta kebijakan visi pembangunan maritim nasional (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

.