Home » , » GeNose C19 Bakal Dikembangkan Di Daerah Wisata

GeNose C19 Bakal Dikembangkan Di Daerah Wisata

Posted by Indonesia Mandiri on Februari 10, 2021

Akurasi alat Genose C19  sudah dikembangkan sejak 10 tahun lalu untuk deteksi penyakit tbc
Jakarta (IndonesiaMandiri) – "Daerah atau sektor yang berhasil menekan penularan Covid-19 adalah daerah yang menerapkan 3M dan diikuti dengan 3T yang ketat. Dan karena GeNose ini sifatnya adalah skrining (testing), kami tentunya akan mendorong destinasi-destinasi wisata dan berbagai fasilitas wisata untuk mengadopsi GeNose, sebuah inovasi anak bangsa yang akan menjadi game changer dalam upaya pemulihan sektor parekraf," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Sandiaga mengharapkan alat deteksi Covid-19 berbasis hembusan napas karya tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) GeNose C19 menjadi game changer yang akan mempercepat upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).  

Itu diutarakan Sandiaga saat menerima hibah alat GeNose C19 dari Kemenristek/BRIN (9/2) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, dalam upaya meningkatkan kembali sektor parekraf, dengan penerapan protokol kesehatan 3M (mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) yang ketat. Selain itu diikuti dengan metode 3T yaitu testing, tracing, dan treatment.

Kehadiran GeNose C19 sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan, memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat melakukan aktivitas wisata ke destinasi. GeNose merupakan alat pendeteksi COVID-19 yang sangat nyaman digunakan karena hanya melalui hembusan napas. Sampel hembusan napas itu lalu ditampung dalam satu kantong dan disambungkan ke alat pendeteksi.

Dibutuhkan waktu hanya sekitar 30 detik untuk mengetahui hasil dengan tingkat sensitivitas 92 persen dan tingkat spesifitas sekitar 95 persen. Saat ini GeNose telah digunakan oleh Kementerian Perhubungan di beberapa stasiun kereta.

"Saya akan sampaikan kepada dunia usaha, teman-teman yang mengelola destinasi wisata untuk segera memesan. Ini kita harapkan bisa membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sekarang tertekan karena pandemi. Dengan testing yang diikuti dengan pelacakan yang ketat dan juga treatment yang disiplin, kita bisa membangkitkan kembali sektor pariwisata dan menggerakkan kembali ekonomi kita," jelas Menparekraf.

Ia menyebutkan Provinsi Bali nantinya akan coba diprioritaskan karena merupakan daerah yang sektor parekrafnya sangat terdampak akibat pandemi. "Bali kemarin pertumbuhan ekonominya minus 9 persen, ini tidak pernah terjadi sebelumnya, ini kontraksi terdalam untuk Provinsi Bali. Kemudian yang kedua Kepri dan juga Jakarta. Destinasi wisata di Jakarta akan saya dorong untuk bisa menggunakan produk ini," ajak Sandiaga.

Namun untuk tahap awal, Sandiaga prioritas GeNose C19 akan ditempatkan di kantor Kemenparekraf/Baparekraf dan bertahap di Perguruan Tinggi Nasional Pariwisata (PTNP)  dan juga Badan Otorita Pariwisata.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro menyampaikan,  kehadiran GeNose C19 sudah melalui prosedur panjang. Penelitian sudah dimulai sejak 10 tahun lalu yang awalnya ditujukan untuk deteksi penyakit pernapasan seperti Tuberculosis. Namun ketika terjadi pandemi, penelitian kemudian dialihkan untuk mendeteksi Covid-19.

Ia pun mengucapkan terima kasih karena Kemenparekraf mempercayakan GeNose C19 sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi sektor parekraf. "Data yang berasal dari GeNose akan langsung terintegrasi di data central sehingga akan memperkaya basis data dari penggunaan GeNose. Data ini akan digunakan untuk terus meningkatkan kualitas alat, meski dari uji validasi yang sudah dilakukan di sekitar 10 rumah sakit di Pulau Jawa dengan sekitar 2.000 sampel sudah terlihat bahwa baik sensitivitas maupun spesifitasnya sudah tinggi, sudah di atas 90 persen," papar Bambang (ma/ag).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala