Home » » Pelaku Usaha Wisata Selam Juga Terapkan Protokol CHSE

Pelaku Usaha Wisata Selam Juga Terapkan Protokol CHSE

Posted by Indonesia Mandiri on Oktober 03, 2020

Wisata selam juga wajib terapkan protokol kesehatan untuk menambah kenyamanan wisatawan
Manado (IndonesiaMandiri) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengimbau para pelaku usaha wisata selam untuk menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability).

Staf Khusus Menteri Bidang Digital dan Industri Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Ricky Pesik, saat sosialisasi tentang hal tersebut di Novotel Manado Golf Resort & Convention Center (2/10) mengatakan, "dalam mengaktifkan kembali sektor pariwisata, diperlukan penerapan produk kesehatan yang baik. Untuk itu Kemenparekraf/Baparekraf berinisiatif menyusun panduan protokol kesehatan berbasis CHSE di masing-masing bidang pariwisata, termasuk wisata minat khusus selam," kata Ricky Pesik saat membuka kegiatan.”
Panduan protokol kesehatan berbasis CHSE untuk wisata selam sudah dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan wisata selam di situs www.kemenparekraf.go.id. Dalam penyusunannya, Kemenparekraf/Baparekraf bekerja sama dengan Divers Alert Network (DAN) Indonesia untuk dapat menjadi panduan bagi pelaku usaha wisata selam, pekerja, hingga pelanggan atau wisatawan.
Ia pun mengimbau kepada industri, khususnya pelaku usaha wisata selam, untuk dapat menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan yang telah disiapkan pemerintah. Meski, kata Ricky, wisata selam selama ini dinilai telah menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan wisatawan dalam berkegiatan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir beberapa narasumber, antara lain Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Utara Henry Kaitjily, President & CEO Divers Alert Network (DAN) William M. Ziefle, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Farianna Prabandari, serta Tim Penyusun CHSE Usaha Wisata Selam Kemenparekraf Daniel Abimanju Carnadie dan Bayu Wardoyo.
Daniel menjelaskan, "panduan khusus secara lebih spesifik memberikan panduan terhadap indikator-indikator apa saja yang harus dipelajari dan sesuaikan dengan aktivitas masing-masing.” Seperti panduan khusus pada pekerja. Sebelum memasuki area kerja, pekerja wajib melakukan penilaian mandiri risiko Covid-19 dengan mengisi formulir self assessment. Jika hasil self assessment menunjukkan skor tertentu, artinya pekerja berisiko besar terinfeksi Covid-19 dan disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan di fasilitas layanan kesehatan.
Atau dalam penyimpanan peralatan selam, harus tersedia fasilitas untuk menyimpan, membersihkan, dan disinfeksi peralatan selam untuk masing-masing pelanggan atau wisatawan secara terpisah untuk mencegah kontaminasi virus.
Sementara Henry Kaitjily menambahkan, Sulawesi Utara, khususnya Bunaken, menjadi salah satu destinasi favorit wisata selam. "Dengan penerapan protokol kesehatan yang baik saya yakin bahwa Sulawesi Utara menjadi tujuan utama wisata selam tidak hanya nasional, tapi ke depan juga sudah banyak wisatawan dari luar yang booking untuk menyelam di sini," terangnya (ag/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala