Home » » Dengan Protokol Kesehatan Ketat, Pariwisata Karimunjawa Kembali Dibuka

Dengan Protokol Kesehatan Ketat, Pariwisata Karimunjawa Kembali Dibuka

Posted by Indonesia Mandiri on Oktober 20, 2020

Setelah tujuh bulan ditutup, Karimunjawa kembali dibuka dengan protokol kesehatan ketat

Karimunjawa/Jateng
 (IndonesiaMandiri) – Sebagai salah destinasi pariwisata super prioritas, Kepulauan Karimunjawa, di Jawa Tengah, kembali dibuka di masa pandemi dengan protokol kesehatan yang ketat.  Tim dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dipimpin Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air, Deputi Infrastruktur dan Transportasi Rahman Hidayat, turut mendampingi Bupati Jepara Dian Kristiandi saat melepas wisatawan ke Taman Nasional Karimunjawa dari Pelabuhan Penyeberangan Kartini, Jepara, Jawa Tengah (18/10).

"Pembukaan pelayaran ke Karimunjawa, dalam hal ini saya sangat sepakat. Artinya harus seimbang antara tetap menjaga kesehatan dengan fungsi ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat.  Apabila kita sadari ketika pandemi melanda, di Pulau Jawa khususnya Jepara itu zona merah tetapi tidak Karimun Jawa yang masih zona hijau," ujar Rahman di Bandara Dewadaru Karimunjawa, Jepara.

Menurut Rahman, sejalan dengan hal tersebut, penerapan protokol kesehatan ketat dimulai pintu masuk itu adalah mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar. "Jadi artinya penerapan protokol kesehatan ketat dimulai di pintu masuk, semisal harus rapid test pada setiap penumpang. Sebab, kita yang berpotensi membawa 'masalah' ke Karimunjawa, oleh karenanya protokol kesehatan itu sangatlah penting," jelasnya.

Dari pantauan langsung Tim Kemenko Marves, terhitung sekitar 200 wisatawan menyeberang ke Karimunjawa dengan menumpang Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari. Bupati Jepara Dian Kristiandi menjelaskan, pembukaan pariwisata ke Karimunjawa dilakukan secara bertahap dan tetap dibatasi. Menurutnya, upaya ini menandai telah dibukanya kembali obyek wisata Kepulauan Karimunjawa setelah ditutup sekitar 7 bulan akibat pandemi.

"Kuota wisatawan dibatasi 50 persen dari kapasitas normal, mulai dibiasakan tatanan kehidupan yang baru untuk bangkit dari pandemi. permasalahan kesehatan dan ekonomi bisa berjalan seimbang di tengah pandemi. Selama protokol kesehatan diterapkan dengan baik, semua juga akan terlaksana dengan baik. Apalagi wisata menjadi tulang punggung penopang perekonomian masyarakat Karimunjawa," terangnya.

Bagi para wisatawan yang akan berkunjung, wajib membawa surat bebas Covid-19 melalui rapid test atau negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap (swab test), dan harus ditunjukkan kepada petugas saat akan menyeberang di pintu masuk pelabuhan. Pelayanan rapid test di Pelabuhan disediakan oleh tenaga kesehatan swasta dengan biaya Rp 150.000. Namun, anak-anak, lansia, dan ibu hamil, untuk saat ini dilarang berkunjung akibat memiliki risiko tinggi terinfeksi covid-19.

"Kami tetap akan melakukan evaluasi, Satgas Penanganan covid-19 senantiasa memonitor dan mengevaluasi secara intensif dan berkala. Jika dinyatakan aman, maka kuota wisatawan ditambah. Hasil evaluasi ini menentukan rencana pembukaan penuh wisata Karimunjawa. Kegiatan wisata Karimunjawa bisa ditutup lagi jika nantinya jadi klaster baru penularan Covid-19 akibat ketidakpatuhan semua pihak, termasuk wisatawan," ungkap Kristiandi (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala