Home » » Kawasan Industri Terpadu Batang Bakal Jadi Proyek Strategis Nasional

Kawasan Industri Terpadu Batang Bakal Jadi Proyek Strategis Nasional

Posted by INDONESIA MANDIRI on September 08, 2020

KIT Batang memiliki lokasi strategis karena bisa diakses lewat laut, kereta dan jalan tol trans Jawa
Jakarta (IndonesiaMandiri) – "Kami siap membantu jika ada permasalahan yang  harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Kami akan membantu lewat rakor dengan pemangku kepentingan. Pun, investor selalu bertanya tentang insentif dan penerapan pajak dikawasan industri tersebut . Insentif apa yang akan diberikan oleh daerah kepada investor asing? Jadi ini salah satu benchmark dari pengusaha untuk menarik penanam modal. Ini juga harus menjadi perhatian kita," ujar Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) Ayodhia GL Kalake, usai melihat Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah (7/9).


Sejak Juni 2020, Presiden  Jokowi telah mencanangkan Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT), salah satunya di Batang, dengan lokasi sangat strategis. Karena, dekat dengan jalur tol trans Jawa dan juga rel kereta api serta berada di tepi pantai. Rencananya, ada 4 konsorsium yang berperan dalam proyek strategis tersebut, antara lain ; PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebagai konsorsium utama, KIW, PTPN9 dan Perusda Batang.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengusulkan agar KIT Batang dijadikan Proyek Strategis Nasional (PSN). Asdep Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kemenko Marves Djoko Hartoyo menanggapi, “draf usulan tersebut sudah dalam proses di Sekretariat Negara (Setneg). Dari segi pengembangan wilayah, Batang akan sangat bagus karena di bagian selatan meruapakan dataran tinggi yang sejuk dengan view pegunungan dan perkebunan sebagai daya tarik wisata alam. Ada beberapa warga kampung nelayan sekitar 25 KK yang jika akses jalannya tertutup akan terisolasi. Supaya diberikan akses kepada mereka."  
KIT Batang juga harus memikiran pasokan listriknya, Menurut Asdep Industri Pendukung Infrastruktur Kemenko Marves Yohannes Yudi Prabangkara, infrastruktur PLN Jateng harus dihitung lagi jenis listrik yang diharapkan Kawasan Industri, apakah berjenis listrik curah atau premium. Ia pun menjelaskan, agar nantinya konsep keterintegrasian antar KIT Batang dengan Infrastruktur lain agar diwujudkan.
"Terkait PLN, saat ini masih dalam  pembahasan mungkin bisa sebagaian curah dan sebagian bisa dengan jenis lain. Konsep terintegrasi dengan laut melalui penyeberangan laut dan pengembangan kawasan pantai wisata. Posisi Kampung Nelayan, akan dipertahankan eksistensinya, supaya saling menjembatani antara masyarakat dan KIT," sambungnya.
Total lahan KIT adalah 4300 hektar dan terbagi dalam beberapa klaster. Klaster 1 seluas 3100 hektar dan sudah memulai fase pengerjaan di tahun 2020,  klaster 2 seluas 800 hektar dan klaster 3 seluas 400 hektar direncanakan infrastrukturnya pada tahun 2021. Untuk akses jalan, pada awal Desember tahun ini, sudah mencapai 70%,  sisanya sebesar 30%,  pada Maret 2021. Kini, sudah ada beberapa tenant yang sangat berminat, salah satunya perusahaan baterai ternama asal Korea Selatan (bp).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala