Home » » Desa Adat Wae Rebo Siap Sambut Adaptasi Kebiasaan Baru

Desa Adat Wae Rebo Siap Sambut Adaptasi Kebiasaan Baru

Posted by INDONESIA MANDIRI on September 08, 2020

Wae Rebo salah satu desa dengan lokasi tertinggi di Indonesia dan telah diakui Unesco sejak 2012
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Desa adat Wae Rebo, yang sudah menjadi warisan budaya dunia dari Unesco sejak 2012, bakal sambut era adaptasi kebiasaan baru untuk wisatawan yang akan berkunjung, ketika suasana pandemi Covid-19 mereda. Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), siap mengawal penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Enviromental Sustainability) di Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Shana Fatina, Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina (8/9), “kami sangat senang, karena Desa Adat Wae Rebo telah di buka kembali oleh Gubernur NTT. Kami siap mendukung pendampingan kepada masyarakat Wae Rebo mulai dari protokol kesehatan hingga penyediaan fasilitas fisik untuk CHSE.”
Shana sebelumnya mendampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat saat melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Adat Wae Rebo (06/09). Sebagai langkah awal, ucap Shana, pihaknya akan melaksanakan kegiatan padat karya Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) di Wae Rebo, sekaligus memberikan pendampingan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat desa adat.
Selain itu, ia juga menegaskan, wisatawan yang berkunjung ke desa yang memiliki tujuh bangunan rumah berbentuk kerucut itu, nantinya diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, untuk menjaga keamanan, khususnya kesehatan masyarakat dan wisatawannya sendiri.
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengungkapkan antusiasme dan optimisme terhadap reaktivasi pariwisata Desa Wae Rebo. “Mulai Minggu ini Kampung Adat Waerebo kita buka kembali untuk wisatawan. Kami siap untuk menerima tamu kembali dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk itulah saya datang kesini, untuk membuka wisata disini,” jelasnya.
Kampung Adat Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Manggarai. Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), Wae Rebo merupakan salah satu desa tertinggi yang ada di Indonesia dengan pemandangan yang indah dan dikelilingi pegunungan. Karena lokasinya yang cukup tinggi, untuk mencapainya, wisatawan harus melakukan trekking selama dua jam agar bisa mencapai desa, melewati 3 pos pendakian. Namun perjalanan itu akan terbayar dengan ramahnya penduduk, pemandangan yang indah, dan juga kopi panas lokal yang merupakan salah satu produk perkebunan masyarakat desa Wae Rebo (ma/vh).
Foto: Dok.BOPLBF

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala