Home » » Terobosan Inovasi Ilmu Lingkungan Dan Kehutanan Sangat Dinanti Manfaatnya

Terobosan Inovasi Ilmu Lingkungan Dan Kehutanan Sangat Dinanti Manfaatnya

Posted by INDONESIA MANDIRI on Agustus 30, 2020

Hasil karya Badan Litbang Inovasi KLHK akan menjawab berbagai tantangan merawat lingkungan dan kehutanan
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK beri perhatian khusus untuk riset yang dikeluarkan dari Badan Litbang dan Inovasi (BLI). Karena lewat BLI, harus ada terobosan dalam memelihara kualitas lingkungan hidup, ketahanan air, dan kesehatan masyarakat; memanfaatkan potensi sumber daya hutan dan lingkungan hutan secara lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan; serta melestarikan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta keberadaan sumber daya alam sebagai sistem penyangga kehidupan menopang pembangunan berkelanjutan.

Menjawab dinamika dan tantangan global di bidang LHK, serta setelah Pengukuhan dan Janji Insinyur Profesional Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bidang Teknik Kehutanan serta Penganugerahan Surat Tanda Register Insinyur (STRI) pada 19 Agustus lalu, KLHK gelar Diskusi Nasional yang dilaksanakan berseris setiap minggunya. Dalam Diskusi Nasional perdana (27/8), terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara daring melalui aplikasi zoom dan live youtube.  
Turut hadir dan jadi pembicara, seperti Menteri LHK Siti Nurbaya, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto serta Wamen LHK Alue Dohong.  “Invensi dan inovasi dari BLI diharapkan menjadi saluran pengetahuan demi penyampaian informasi kepada masyarakat agar pemanfaatan iptek dapat dilaksanakan secara luas serta menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada para inventor dan inovator yang karya-karya inovatifnya telah dapat secara nyata berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjawab tantangan dunia internasional, meningkatkan harga diri bangsa, menjaga keanekaragaman hayati, serta berperan dalam penegakan hukum,” ucap Siti.
Dari sekitar dua ratus hasil invensi penelitian dan pengembangan BLI, telah dipilih empat topik yang menjadi pokok bahasan hasil litbangjirap BLI-KLHK dalam kaitannya dengan tantangan global, yaitu: Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) KLHK untuk Mendukung Perdagangan Kayu Legal dan Melindungi Sumber Daya Hutan (Dr. Ratih Damayanti, S.Hut., M.Si. - Peneliti Ahli Madya BLI); Pengembangan Mikrohidro, Pembangkit Listrik Tenaga Air sebagai Model Interaksi Masyarakat dan Ekosistem Hutan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Hutan yang Berkelanjutan (Dr. Ir. Hunggul Y.S.H. Nugroho, M.Si. - Peneliti Ahli Madya BLI); Pengembangan Industri Kayu Putih dengan Benih Unggul untuk Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Hutan (Dr. Ir. Anto Rimbawanto, M.Agr.Sc – Peneliti Ahli Utama BLI); dan Pengembangan Indonesian National Accounting Carbon System (INCAS) sebagai Sistem Penghitung Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia (Dr. Haruni Krisnawati, S.Hut., M.Si. – Peneliti Ahli Utama BLI).
Ratih Damayanti menyebut, “alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO-KLHK), merupakan perangkat aplikasi smart phone berbasis Android yang mampu mengidentifikasi kayu dalam hitungan detik melalui foto penampang aksial kayu. Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi petugas di lapangan dalam mengidentifikasi jenis kayu untuk tujuan verifikasi legalitas kayu dan penegakan hukum. Dengan mengetahui jenis kayunya, maka pihak berwenang dapat menentukan keabsahan perdagangan kayu dan melindungi jenis-jenis pohon yang termasuk dalam larangan tebang.”
Hunggul YSH Nugroho menyampaikan, “pembangkit Listrik Tenaga Air Mikrohidro yang dikembangkan merupakan hasil pengembangan konsep partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan dengan penyediaan listrik dari tenaga air di daerah terpencil di hutan. Penyediaan aliran listrik diperluas tidak hanya untuk listrik rumah tangga, namun juga untuk menggerakan peralatan industri kecil untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini juga diikuti dengan pemahaman masyarakat bahwa PLTMH dapat berfungsi baik apabila air tersedia sepanjang waktu dalam jumlah yang cukup, dan aliran air yang tersedia sepanjang waktu akan terjamin hanya apabila hutan terjaga dan terpelihara.
Untuk pengembangan Benih Unggul Kayu Putih yang disampaikan Anto Rimbawanto, merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan produksi minyak kayu putih untuk meningkatkan industri minyak kayu putih berbasis masyarakat. Pengembangan benih unggul kayu putih yang merupakan tanaman asli Indonesia ini dengan meningkatkan rendemen minyaknya agar lebih tinggi dari tanaman kayu putih biasa, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas minyak kayu putih yang dihasilkan oleh industri minyak kayu putih oleh masyarakat. 
Sedangkan Haruni Krisnawati memaparkan materi Indonesian National Accounting Carbon System (INCAS)  melalui sistem perhitungan karbon nasional Indonesia untuk memantau emisi dan serapan karbon dari atmosfer.  Informasi rinci mengenai gas rumah kaca yang dihasilkan oleh INCAS dapat digunakan untuk mendukung desain, implementasi, dan montoring kebijakan dan program yang efektif untuk mengurangi emisi dan membantu Indonesia memenuhi persyaratan pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (MRV) dan kesepakatan global baru tentang perubahan iklim.
Menurut Wamen LHK Dr. Alue Dohong, “keempat paparan tadi merupakan representasi dari invensi dan inovasi hasil penelitian dan pengembangan BLI di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Invensi dan inovasi yang dikembangkan merupakan perwujudan konsep “SDM Unggul, Indonesia Maju” yaitu Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendorong Indonesia mencapai kemajuan ekonomi bangsa dan meningkatkan daya saing, serta bertahan dalam masa-masa sulit akibat bencana” (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala