Home » » Sejumlah Paus Pilot Terdampar Di Perairan Sabu Raijua NTT

Sejumlah Paus Pilot Terdampar Di Perairan Sabu Raijua NTT

Posted by INDONESIA MANDIRI on Agustus 01, 2020

Dari 11 mamalia Paus Pilot yang terdampar, hanya 1 yang hidup, sisanya mati
Sabu Raijua/NTT  (IndonesiaMandiri) – Sekelompok Paus Pilot (Globicephala macrorhynchus) dilaporkan masyarakat terdampar di Pantai Lie Jaka, Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya pada koordinat S 10009’52.68’’, E 123034’10.35’’. Laporan masyarakat atas nama Rowy Kaka Mone pada Kamis (3077) pukul 16.00 WITA, segera ditindaklanjuti Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

BBKSDA NTT segera melakukan koordinasi dengan Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, karena lokasi terdamparnya paus tersebut berada di bawah pengelolaan BKKPN Kupang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Dalam kasus paus terdampar ini, selain koordinasi dengan instansi terkait, BBKSDA NTT juga menugaskan Kepala Bidang Teknis untuk mengumpulkan informasi dan langkah-langkah terpadu dalam penanganan satwa mamalia laut tersebut bersama instansi terkait dan masyarakat setempat," ujar Timbul Batubara Kepala BBKSDA NTT, di Kupang, (30/7).
Timbul menambahkan, dari hasil penelusuran bersama dan juga pengecekan di lapangan diketahui, total ada 11 ekor Paus Pilot yang terdampar. Kondisi saat ditemukan, 10 sepuluh ekor mati, dan 1 satu ekor hidup dapat diselamatkan dengan cara didorong kembali ke laut. Jenis kelamin paus belum dapat diidentifikasi. Rata-rata panjang paus berkisar 2,5 - 6 meter, dengan lingkar badan     diperkirakan lebar 0,9 – 1,2 meter.
Status perlindungan paus pilot adalah dilindungi menurut UU 5/1990, PP Nomor 7 Tahun 1999, dan PermenLHK No. 106 tahun 2018. Saat ditemukan kondisi paus pilot tersebut sudah dalam keadaan lemas dan sebagian mati. Penyebab kematian paus masih belum dapat dipastikan dan diperlukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif tentang kepastian penyebab kematian masal satwa paus tersebut.
Hasil koordinasi dengan BKKPN Kupang dan Camat Raijua (Titus Duri), karena kendala kesulitan alat berat, terhadap paus pilot yang sudah mati penguburan akan dilaksanakan secara manual di Pantai Lie Jaka, pada Jum’at (31/7), didahului dengan upacara adat. Menurut BKKPN Kupang, penyebab sering terdamparnya paus pilot diduga karena disorientasi arah. Sifat paus ini hidup berkelompok dalam jumlah banyak, sehingga jika salah satu terdampar maka kemungkinan besar anggotanya mengikutinya. Sebagai informasi, perairan Laut Sawu merupakan jalur migrasi paus dan setiap tahun pada periode yang sama sering terjadi peristiwa terdamparnya mamalia laut terutama paus (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala