Home » » Menparekraf Ajak Semua Pihak Optimalkan Potensi Dalam Negeri

Menparekraf Ajak Semua Pihak Optimalkan Potensi Dalam Negeri

Posted by INDONESIA MANDIRI on Agustus 15, 2020

Kemenparekraf telah melakukan sejumlah terobosan untuk pulihkan sektor parekraf di masa pandemi
Jakarta (IndonesiaMandiri) – "Saya sangat percaya bahwa dalam setiap krisis selalu ada peluang. Mari kita manfaatkan peluang yang ada dengan melakukan perubahan mendasar dan memaksimalkan kekuatan lokal sebagai awal lompatan besar untuk Indonesia," ucap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam keterangan tertulisnya, seiring dengan Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi di Gedung MPR/DPR (14/8).

Wishnutama mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif/parekraf melakukan perubahan dan perbaikan mendasar sebagai upaya untuk bangkit menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19. "Semangat ini harus kita jalankan bersama dengan melakukan perubahan-perubahan mendasar yang dapat meningkatkan daya saing kita di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ajak Wishnutama.
Kemenparekraf/Baparekraf sejak awal targetkan untuk mengubah fokus kebijakan pariwisata Indonesia dari quantity tourism (jumlah wisatawan) menjadi quality tourism (kualitas wisatawan). Dimana faktor-faktor penunjang quality tourism terkait erat dengan hal-hal mendasar seperti kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlangsungan lingkungan (sering disebut CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability), termasuk revitalisasi amenitas dilakukan sebagai bentuk perubahan fundamental untuk keberlangsungan sektor parekraf ke depan.
Kemenparekraf pada umumnya memiliki tiga kebijakan nasional yang disusun dalam menghadapi pandemi. Pertama, pengelolaan krisis dan mitigasi dampak sebagai respons terhadap kondisi darurat, Kedua percepatan dan stimulus untuk pemulihan sektor parekraf memasuki adaptasi kebiasaan baru. Ketiga, penyiapan pasca Covid-19 untuk meningkatkan nilai tambah Industri Parekraf kedepannya.
Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan, pandemi Covid-19 membuat semua negara mengalami kemunduran. Namun kemunduran ini bisa menjadi peluang dan momentum untuk mengejar ketertinggalan. "Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan," tegas Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi saat piidato kenegaraan mengenakan pakaian adat dari Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Presiden hendak mengajak masyarakat untuk mencintai produk-produk Indonesia yang dikenal kaya akan seni kriya, tenun, serta kebudayaan Nusantara. Pakaian adat dari Kabupaten Sabu Raijua sendiri terdiri dari "si hawu" atau sarung, "higi huri" atau selimut, dan "naleda" alias selendang.
Bukan kali pertama Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.Saat Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-73, Presiden Jokowi memakai pakaian adat Aceh yang biasa disebut Linto Baro dan saat sidang tahunan MPR di 2019 lalu, memilih pakaian adat Sasak Nusa Tenggara Barat (ma/pn).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala