Home » » Gairahkan Ketahanan Pangan, Pushidrosal Kembangkan Padi “Sidenuk”

Gairahkan Ketahanan Pangan, Pushidrosal Kembangkan Padi “Sidenuk”

Posted by Indonesia Mandiri on Agustus 07, 2020

Pushidrosal pro aktif lakukan berbagai program untuk bantu pemerintah gairahkan ketahanan pangan nasional
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) ternyata tak hanya piawai untuk urusan survei dan pemetaan di laut saja. Di darat, ternyata program Pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, Pushidrosal pun bisa melakukan terobosan penting bagi masyarakat, yaitu dengan coba mengembangkan penanaman padi bibit unggul hasil rekayasa genetika, hasil kerjasama Pushidrosal dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Desa Lemahbang Kulon Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang diberi nama padi “ SIDENUK” (Hasil Dedikasi Nuklir).

Hal tersebut disampaikan Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro, dalam hal ini diwakili Direktur Potensi Maritim Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Dirpotmar Pushidrosal) Kolonel Laut (P) Suhendro, saat mengikuti panen raya dalam rangka Ketahanan Pangan bersama Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, melalui Video Conference (Vicon), di Mako Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara (5/08).
Uji coba padi Sidenuk mulai penanaman 1 Maret 2020 dan pada3 Juni 2020 sudah panen dengan masa tanam 100 hari serta menghasilkan 6-7 Ton/Ha. Selain penanaman padi jenis Sidenuk, Pushidrosal juga melaksanakan penamaman padi Jenis “IR Gebray”, merupakan padi lokal bekerjasama dengan masyarakat binaan Pushidrosal di Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebagai pembanding.  Uji coba penanaman dimulai 08 April 2020, dan dipanen pada 28 Juli 2020 dengan lama masa tanam 110 hari menghasilkan sekitar 2,5 ton/8.000 M2.  Selain di Banyuwangi dan Jonggol, Pushidrosal juga melakukan uji coba penanaman “Padi Laut” dengan media tanam berpasir di Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Jakarta Utara, yang sampai dengan saat ini masih melaui tahap penelitian.
Program Ketahanan Pangan Pushidrosal, selain ujicoba pengembangan padi bibit unggul,  juga sosialisasi dan edukasi budi daya Lele dan Aquaponic kepada anggota Pushidrosal, agar dapat dikembangkan di rumah masing-masing.  Sebagai aplikasi budidaya tersebut, dengan penebaran bibit Lele sebanyak 3.000 ekor dengan sistem Bioflok dan Aquaponic pada 9 April 2020, dalam waktu 3 bulan menghasilkan 250 kg Lele yang dipanen pada 10 Juli 2020 dengan tingkat keberhasilan 80%. 
Pada Oktober 2020 mendatang,  Pushidrosal akan  melakukan ujicoba kembali padi bibit unggul baik jenis “Sidenuk” maupun jenis baru yang sesuai dengan kondisi alam dan iklim di Indonesia maupun lebih tahan terhadap serangan hama, dengan harapan hasilnya dapat didistribusikan ke seluruh wilayah melalui Lantamal dan Lanal di seluruh Indonesia sebagai bibit unggul.  Hal ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional terutama saat menghadapi Pandemi Covid-19 ini (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala