Home » » Porang Bakal Jadi Primadona Baru Ekspor Pertanian

Porang Bakal Jadi Primadona Baru Ekspor Pertanian

Posted by Indonesia Mandiri on Juli 29, 2020

Pengembangan Porang akan disebar ke sejumlah provinsi dengan pilot projet di Sulawesi Selatan
Sidenreng Rappang / Sulsel  (IndonesiaMandiri) – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus meningkatkan budidaya porang guna mendongkrak komoditas pertanian berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, nilai ekspor dan peningkatan kesejahteraan petani itu sendiri. 

Pasalnya, porang merupakan salah satu komoditas pertanian yang sedang tren diminati pasar ekspor.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini melakukan penanaman perdana porang di kebun milik Dandim 1420 Kabupaten Sidenreng Rappang atau dikenal Sidrap, dan mengunjungi kebun porang Kelompok Tani Semangat Milineal di Desa Talumae Kecamatan Watang Sidendreng, Sidrap, Sulsel (28/7). Sulsel termasuk salah satu daerah yang gencar mengembangkan tanaman porang dengan hasil produksinya di ekspor.
Kedatangan SYL disambut Wakil Gubenur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol Halim Pagarra, Wakil Bupati Sidrap, Muhamad Yusuf, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif dan jajaran Eselon I Kementerian Pertanian (Kementan).
SYL menyebut, Kementan tengah fokus mengembangkan tanaman porang karena memiliki pasar ekspor yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pasar ekspor porang seperti ke Jepang, Taiwan, Korea dan China serta beberapa negara Eropa.
"Oleh karena itu, kita coba kembangkan di seluruh Indonesia dan pionernya di Sidrap ini. Potensi pengembangan porang jelas besar karena kita memiliki lahan marginal yang luas. Budidaya porang ini khusus kita ekspor," urai SYL. Dijelaskan juga, pengembangan budidaya porang, Kementan tak hanya fokus pada proses produksi, namun juga membangun industri pengolahan. Tekad Kementan, model pengembangan pertanian yang maju, dalam setiap 1.000 hektar lahan, harus ada pabrik.
"Dengan demikian, pertanian ke depan kita pastikan maju dan mampu menghidupi pangan 267 juta jiwa rakyat Indonesia. Harga porang sangat bagus dan pangsa pasar ekspor terbuka lebar, jadi ayo kita tanam porang," ajaknya.
Perlu diketahui, tercatat ekspor porang periode Januari hingga 28 Juli 2020 sebesar 14.568 ton dengan nilai Rp 801,24 miliar. Dalam rangka pengembangan tanaman porang, pemerintah mengalokasikan pada 2020 seluas 17.886 ha, yaitu di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, NTT dan Sulsel. Khusus di Sulsel, dialokasikan kegiatan pilot project porang seluas 10 ha dan pengembangan seluas 564 ha.
Syaharuddin Alrif, petani muda porang saligus pembina Kelompok Tani Semangat Milineal mengapresiasi Menteri Pertanian yang telah menginiasi budidaya porang. Menurutnya, budidaya porang adalah budidaya memanen dolar sebab memberikan keuntungan sangat besar. "Luas lahan porong kami budidayakan 50 hektar. Hasil panenya bisa 150 ton per hektar dalam 8 bulan, dengan harga Rp 8.000 per kilogram, maka bisa dapat Rp 1,2 miliar. Total biaya hanya Rp 70 juta per hektar, jadi keuntunganya sangat besar," ungkapnya (dh)

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala