Home » » Pelabuhan Kabil-Batam Perlu Lakukan Survei Dan Pemetaan Hidro-Oseanografi

Pelabuhan Kabil-Batam Perlu Lakukan Survei Dan Pemetaan Hidro-Oseanografi

Posted by INDONESIA MANDIRI on Juli 30, 2020

Kapushidrosal (sedang menunjuk peta) sarankan agar diperbarui data surves dan pemetaan di Pelabuhan Kabil
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksda TNI Harjo Susmoro sarankan Pelabuhan Kabil di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), untuk dilakukan survei dan pemetaan hidro-oseanografi, mengingat perubahannya yang sangat pesat. Ini disampaikan Kapushidrosal dalam Rapat Koordinasi Kementerian/Lembaga (Rakor K/L) dan peninjauan lapangan di Provinsi Kepri, dipimpinan Deputi II Bidang SDM Kementerian  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Safri Burhanuddin, di BP Batam, Tanjung Bemban dan Pelabuhan Kabil (28/07).

Hadir dalam Rakor, perwakilan dari Kemenkomarves, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Energi dan sumber daya Mineral, Kementerian Pertahanan, Badan Keamanan Laut, Pemerintah Provinsi Kepri, serta Badan Pengusahaan Batam.
Menurut Kapushidrosal, dari hasil peninjauan lapangan, perairan Pelabuhan Kabil disurvei terakhir oleh Pushidrosal pada 2012m dan saat ini perubahannya sangat pesat. Sehingga perlu dilaksanakan survei dan pemetaan hidro-oseanografi full coverage untuk update Peta Laut Indonesia (PLI) no. 49 dan publikasi nautika guna menjamin keselamatan pelayaran di perairan tersebut.
Dengan survei dan pemetaan oleh Pushidrosal,  kawasan tersebut akan tergambar dalam PLI. Tanpa dukungan peta yang up date dan fasilitas labuh yang tidak tergambar dalam PLI, kawasan tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum internasional. Dalam pantauan Pushidrosal, banyak pelabuhan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena tidak tergambarkan dalam PLI. Ini disebabkan dalam pembangunannya tidak melibatkan Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional.
Di kawasan Batam, banyak terjadi perubahan garis pantai, kontur dan data batimetri sebagai akibat dari reklamasi dan pembangunan di wilayah pesisir. Sebagai perairan yang strategis, perairan Batam dan Selat Singapura, data hidro-oseanografinya mesti selalu diperbarui melalui survei dan pemetaan dari Pushidrosal. Apalagi pada 2022, Indonesia akan melaksanakan Audit Wajib anggota IMO atau  Mandatory IMO Member States Audit Scheme (MIMSAS), sehingga kalau tidak update dapat dianggap sebagai dark area. Hal ini harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan, stake holder sampai dengan operator.
Dalam berbagai kesempatan, Kapushidrosal mengingatkan, “Hidrografi bukan hanya sekedar peta laut. Hidrografi adalah kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut suatu negara.” Kapushidrosal yang juga Chief Hydrographer Indonesia  memaparkan, tentang progress penataan jalur koridor kabel dan pipa bawah laut, dan antara lain disampaikan, Pushidrosal saat ini sedang melakukan penggambaran peta jalur kabel bawah laut nasional yang dimuat dalam peta laut NKRI  dengan sekala 1 : 4.800.000  dan tim teknis sudah menyusun tabel koordinat waypoint jalur kabel bawah laut nasional hingga 217 jalur. Dalam hal ini Kapushidrosal selaku Ketua Pelaksana Timnas Penataan Alur Pipa dan Kabel bawah laut.
Pada kegiatan ini juga dilaksanakan peninjauan  lapangan  terhadap Beach Manhole (BMH) yang merupakan instalasi sarana penunjang jaringan kabel yang dipasang di bawah permukaan tanah yang  berfungsi sebagai bak kontrol, berada di area pantai sebagai tempat pertemuan antara kabel laut dan kabel darat, Landing station, Landing Point kabel telekomunikasi, control appointment di Tanjung Bemban dan Pelabuhan Kabil (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala