Home » » Lima Ribu Pekerja Lokal Bakal Ditempatkan Di Konawe

Lima Ribu Pekerja Lokal Bakal Ditempatkan Di Konawe

Posted by Indonesia Mandiri on Juli 09, 2020

Juru Bicara Kemenko Marves Jodi Mahardi
Jakarta (IndonesiaMandiri) – PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan Pemerintah Kabupaten Konawe resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait perekrutan tenaga kerja lokal (TKL), dimana disebutkan adanya kebutuhan 5.000 karyawan yang proses rekrutnya akan ditangani oleh Pemkab Konawe.


Terkait hal tersebut, Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi sangat apresiasi dan mendukung kerja sama antara perusahaan dengan pemerintah derah. Kemenko Marves terus memantau dan mengawal, demi terciptanya iklim investasi yang baik.
“Kemenko Marves sangat mendukung kerja sana tripartit antara perusahaan, pemerintah, dan karyawan. Dengan demikian, diharapkan segala penyusunan kebijakan dan juga pemecahan masalah ketenagakerjaan di wilayah tersebut dapat ditangani lebih baik dan cepat,” ujar Jodi (8/7). Dalam MoU, Pemkab Konawe akan menjalankan proses rekrutmen TKL dengan baik dan terarah.bagi 5.000 karyawan yang direkrut, nantinya ditempatkan di PT. VDNI dan juga PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) yang sama-sama berada di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
“Hadirnya investasi di suatu daerah tujuan utamanya adalah untuk mensejahterakan daerah tersebut. Jadi jangan sampai menimbulkan polemik yang justru dapat menghambat daerah yang bersangkutan untuk semakin berkembang. Semua pihak harus mau duduk bersama dan mendengarkan,” jelas Jodi.
Nantinya, 5.000 TKL yang direkrut akan berstatus sebagai pekerja organik. Artinya, status mereka tetap menjadi karyawan perusahaan meski pembangunan 33 smelter baru yang saat ini sedang berjalan telah selesai pengerjaannya. Ada tujuh pembagian zonasi/klaster yang akan diterapkan dalam perekrutan 5.000 TKL tersebut, yang bertujuan untuk memastikan pemerataan karyawan yang direkrut berasal dari semua wilayah di sekitar perusahaan.
Jodi berpesan agar perekrutan TKL yang nantinya dilakukan, dapat dijalankan secara akuntabel dan bersih dari pungutan liar. Hal ini harus dipastikan dan diawasi dengan seksama. “Kemenko Marves juga akan ikut mengawasi prosesnya. Semua pihak harus mau untuk saling mendengarkan dan berkomunikasi. Kondusifitas juga harus terus dijaga agar bisa fokus untuk melaksanakan tugasnya masing-masing,” ungkapnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala