Home » » Kampanye Pariwisata Indonesia Di Luar Negeri Dioptimalkan Selama Masa Pandemi

Kampanye Pariwisata Indonesia Di Luar Negeri Dioptimalkan Selama Masa Pandemi

Posted by Indonesia Mandiri on Juli 19, 2020

Sosialisasi informasi tentang destinasi wisata yang aman dari Covid-19 terus dilakukan hingga ke mancanegara
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengoptimalkan kampanye pariwisata secara daring di sosial media selama masa pandemi Covid-19 sebagai upaya “awareness” bagi wisatawan mancanegara (wisman) di negara fokus pasar wisata Indonesia.


Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya dalam pernyataannya di Jakarta (17/7) menyebut, para pelaku pariwisata di Indonesia selama masa pandemi lebih banyak yang mengoptimalkan kampanye dan promosi secara online bagi pasar wisman. “Kami sebelumnya menggelar Indonesian Sellers Meeting (ISM) yang memfasilitasi pelaku industri kita melakukan pertemuan virtual business to business dengan para pelaku industri pariwisata di luar negeri sehingga mereka dapat memberikan informasi terkait situasi wisata terkini di Indonesia, membuka peluang, dan berbagi strategi menarik dalam upaya menjaring calon wisatawan di tengah pandemi COVID-19,” kata Nia.
ISM dilaksanakan selama tiga hari pada 14-16 Juli 2020 dengan bertujuan untuk memberikan informasi terkait situasi terkini pasar dari VITO dan menggali peluang bisnis langsung dari buyer/wholesaler/asosiasi dari negara originasi untuk sellers di Indonesia.
Pada pembukaan rangkaian acara ini, hadir pula Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya menggiring diskusi ke arah menyikapi dampak new normal bagi industri pariwisata. Menurutnya, “New Normal Pariwisata agar fokus pada negara tertentu, turis tertentu, obyek tertentu dan yang terpenting sekarang mengutamakan pariwisata domestik sambil paralel membangun trust kepada masyarakat dunia”.
“Kegiatan ini berbentuk rangkaian pertemuan daring, sebagai upaya untuk bisa mendukung para sellers di destinasi agar bisa mendapatkan gambaran dan update terkini situasi di originasi sehingga dapat mempersiapkan langkah-langkah bisnis yang akan diambil ke depan,” lanjut Nia Niscaya.
Para pelaku usaha pariwisata tersebut, lanjut Nia, sebagian besar menyatakan siap untuk melakukan virtual business to business dengan mitra di negara fokus pasar untuk menggarap peluang wisata pada periode Juli-September 2020. “Dan faktor yang paling penting untuk menyambut wisman adalah pembukaan border sehingga kita semua berharap pandemi ini segera berlalu agar aktivitas pariwisata dapat kembali bergairah dengan adaptasi kebiasaan baru,” katanya.
Ia juga menjelaskan, dalam ISM industri pariwisata Indonesia dapat berinteraksi dengan mitra dari pasar India, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indochina. Kemudian pada hari kedua meliputi pasar Korea Selatan, China dan Hongkong, Timur Tengah, Prancis, dan Jerman. Hari ketiga untuk pasar Jepang, Taiwan, Rusia, Belanda, dan United Kingdom (UK).
“Diharapkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat mengetahui kondisi masyarakat dan menjalin komunikasi dengan negara originasi khususnya antar pelaku industri (sellers, buyers, government) dengan mempertemukan pelaku industri inbound dan wholeseller/buyers sebagai langkah persiapan menuju kegiatan business to business,” katanya.
Sebelumnya ISM 14 Juli 2020 mengambil tema “Market Updates and Business Opportunities for India Market”, hadir VITO New Delhi Sanjay Sondhi dan Senior Vice President Thomas Cook India Suzanne Pereira (ag/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala