Home » » Ekspor Udang Aceh Timur Bakal Melejit

Ekspor Udang Aceh Timur Bakal Melejit

Posted by Indonesia Mandiri on Juli 16, 2020

Potensi budidaya udang di Aceh Timur sangat menjanjikan
Aceh Timur (IndonesiaMandiri) – "Salah satu cara untuk mendorong Indonesia masuk ke lima besar negara eksportir ikan di Dunia antara lain meningkatkan ekspor udang sebagai komoditas ekspor ikan utama di Indonesia," ujar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi/Kemenko Marves, Safri Burhanuddin beserta jajarannya saat meninjau pengembangan Tambak Udang skala besar di Aceh Timur (15/7).

Kedatangan Safri disertai tatap muka dengan tokoh masyarakat, juga dihadiri Anggota Komisi IV DPR H. Muslim, Anggota DPD RI dan Mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto dan Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM. Thaib tersebut.
Safri menyebut, peningkatan produksi udang tak bisa semerta-merta dilakukan tanpa ada upaya terhadap peningkatan sarana pendukungnya, dan hal ini sudah menjadi salah satu program prioritas nasional Indonesia.  "Berdasarkan Visi Presiden di JCC, Sentul pada tanggal 14 Juli 2019 adalah menyambungkan infrastruktur-infrastruktur yang telah dibangun dengan kawasan-kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, pariwisata, kawasan-kawasan persawahan, perkebunan, dan tambak-tambak perikanan," jelasnya.  
Ia menambahkan, peningkatan produksi udang ini adalah, harus berkelanjutan baik dari sisi kualitas dan kuantitas, serta juga harus mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di kawasan budidayanya. "Ekstensifikasi pun harus diimbangi dengan intensifikasi yang sesuai daya dukung habitat, melalui implementasi teknologi tepat guna baik untuk pengelolaan kualitas air, induk, benih, pakan, pencegahan dan penanganan penyakit, serta yang tidak kalah penting adalah pengelolaan limbah secara bertanggungjawab," tambahnya.
Anggota DPR H. Muslim, memaparkan, "problem pertama di Aceh penyakit, sekali baru panen udang  5-6 kali gagal panen. Ternyata di daerah saat ini seperti di Makassar atau mungkin di Aceh ada yang menghasilkan sekitar 50 ton. jika 5 hektar ini bisa jalan, kita patut dukung, Saya harap juga ada pendampingan dan pelatihan untuk petambak di Aceh Timur, agar mereka juga bisa turun ke petambak lainnya, agar hasil tambak bisa bertambah signifikan.”
Sementara Anggota DPD asal Aceh Timur, Abdullah Puteh menyatakan, agar di lokasi seluas 85 hektar, Kuala Idi dapat dikembangkan menjadi Pelabuhan Umum atau Sentra Ikan.  "Supaya segala sesuatunya dapat terintegrasi dan masyarakat dapat terbantu,  dan didukung pula untuk pengembangan tambaknya," harapnya.
Sementara Bupati Aceh Timur Hasballah mengungkapkan, nantinya akan ada lahan seluas 18 ribu hektar, dan wilayah yang ia pimpin masuk sebagai 5 lokasi percontohan dari total 5 lokasi percontohan Tambak Udang skala besar di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. "Kendala kami antara lain, masalah pakan dan penyakit, diharapkan  ada 1 Pabrik atau Sentra Perikanan Kecil disini, ikan tidak akan terbuang untuk bisa dijadikan pakan, banyak padi dan jagung digiling bisa juga jadi pakan," terangnya.
Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto memuji kemajuan perikanan di Aceh Timur. "Saya sangat mendukung budidaya ini. Program tambak udang ini bukan program KKP saja, Ini perintah Presiden yang tertuang di RPJMN 2020 sampai 2024, oleh Menteri kami, bahwa di tahun 2024 agar bisa mengangkat nilai ekspor tambak udang. Kami diminta untuk membuat model-model percontohan. Sudah dibuat model seperti ini di Mamuju Utara, dan alhamdullilah produksi berhasil dan terus naik. Kritik dan saran sudah kami catat semuanya, kedepan pengembangan dari 18 hektar atau lebih ini adalah keniscayaan," ungkapnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala