Home » » Terima Kasih Marsekal TNI Yuyu Sutisna

Terima Kasih Marsekal TNI Yuyu Sutisna

Posted by Indonesia Mandiri on Juni 02, 2020

Kepala Staf TNI AU ke-22, Marsekal TNI Yuyu Sutisna
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Dalam kurun waktu dua tahun empat bulan, tepatnya sejak 17 Januari 2018 Marsekal TNI Yuyu Sutisna resmi menjadi Kepala Staf Angkatan Udara ke-22 setelah dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara. Selama kepemimpinannya, berbagai prestasi mampu dicapai. Yang pertama dan paling membanggakan adalah mampu dipertahankannya kondisi zero accident. Ini dapat diperoleh bukan dengan kebetulan atau keberuntungan, namun hasil kerja keras dari semua pihak dalam menerapkan safety culture dalam Prajurit TNI AU, baik para air crew serta ground crew.  Lebih membanggakan lagi, zero accident ini diraih saat eskalasi kuantitas dan kualitas operasi serta latihan TNI Angkatan Udara yang terus bertambah.
Kemudian berkat kerja keras seluruh personel di berbagai jajaran, laporan pertanggungjawaban keuangan TNI AU pada 2018, mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI. Hal ini menjadi bukti, tata kelola keuangan TNI AU akuntabel. Dari hal ini pula, kesejahteraan prajurit dapat ditingkatkan dengan adanya kenaikan tunjangan kinerja hingga 70% pada 2019.
Dalam misi Operasi Militer Selain Perang (OMSP), TNI AU menunjukkan kontribusinya bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana alam yang terjadi, dengan melakukan berbagai operasi dukungan seperti: penanggulangan bencana Gempa Bumi Lombok 29 Juli 2018, Gempa dan Tsunami Palu-Donggala 28 September 2018, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau dan Kalimantan tahun 2019, Tsunami banten 22 desember 2018, Banjir bandang sentani 16 maret 2019,               Operasi dukungan dalam rangka pengamanan Pemilihan Presiden 17 April 2019, pengendalian banjir dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada awal 2020, dan penanggulangan Pandemi Covid-19 saat ini.
Selain operasi dukungan, TNI AU juga melaksanakan tugasnya untuk mempertahankan dan mengamankan wilayah udara nasional melalui berbagai operasi tempur. TNI AU mampu mencegah, mendeteksi, bahkan melaksanakan force down, terhadap berbagai pelanggaran di wilayah udara nasional, bahkan juga mampu melaksanakan operasi udara malam hari, termasuk night intercept dan night surface attack dengan Night Vision Google (NVG).
Alutsista TNI AU pun mampu mendukung operasi di darat dan laut dengan baik. Operasi UAV semakin efektif dan meluas mulai dari pengamanan pemilu, mendukung SAR, hingga dapat mendukung operasi mengatasi pemberontakan bersenjata. Operasi Pengamatan dan Pengintaian Maritim saat ini telah menjadi tulang punggung operasi TNI untuk menemukan pelanggaran di wilayah perbatasan laut Natuna Utara.
Pada bidang latihan, di 2018, TNI AU turut berpartisipasi pada latihan pertempuran skala besar Pitch Black di Australia, ini membuktikan kemampuan awak pesawat dan alutsista TNI AU telah setara dengan Angkatan Udara maju. Untuk latihan Angkasa Yudha. Di 2018, ada war gaming pertama yang bersifat dua pihak dikendalikan. Selanjutnya di 2019, untuk pertama kalinya gelar latihan pertempuran udara secara masif, melibatkan lebih dari 60 pesawat udara, dengan skema dua pihak dikendalikan. Berbekal peningkatan dalam latihan Angkasa Yudha di 2018 dan 2019 itulah, TNI AU dapat melaksanakan Latihan Gabungan TNI berupa pengendalian multiplatform dengan Large Force Employment berskala besar, sehingga mampu menunjukkan profesionalisme prajurit TNI AU.
Capain berikutnya adalah validasi organisasi. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan unity of command dan span of control di dalam tubuh TNI Angkatan Udara. Hasilnya, hadirnya tiga komando utama yaitu Koopsudnas, Kodiklatau, dan Koharmatau sebagai bentuk peningkatan dan penyederhanaan struktur organisasi TNI AU, sehingga organisasi akan menjadi lebih moidern, efektif dan efisien.
Melalui Peraturan Presiden Nomor 66 tahun 2019 dan Peraturan Panglima TNI Nomor 37 Tahun 2019 tentang organisasi TNI berbagai satuan baru pun terbentuk, di antaranya: Wingdiktek, Wingdikkal, Yonkes Denma Mabesau, Skadik 304, Skadron Udara 27, Skadron Udara 33, Lanud Hang Nadim Batam, kemudian Depohar 80 yang terdiri dari Sathar 81, 82, 83, serta pembentukan Sathar 24, 43, 54, dan 55.
Berikutnya, bidang pemeliharaan. Zero accident tak akan dapat dicapai tanpa adanya perbaikan manajemen dan safety culture pada kinerja pemeliharaan. Adanya berbagai inovasi dalam bidang pemeliharaan juga mampu menghemat anggaran negara hingga ratusan miliar rupiah. Beberapa inovasi itu di antaranya, peningkatan kemampuan Check-D Boeing, perbaikan Simulator Hawk, perbaikan Human Centrifuge, Fully Overhaul Propeller C-130, modifikasi dan rewiring engine test cell untuk uji fungsi pesawat Grob, dan berbagai inovasi lainnya. Saat ini juga berlangsung program major upgrade melalui program Falcon Star e-MLU pada 10 pesawat F-16 A/B Blok 15.
Dalam bidang personel, Marsekal TNI Yuyu Sutisna juga sangat peduli dalam hal peningkatan kesejahteraan prajurit. Guna membantu para prajurit untuk dapat memiliki rumah sebelum memasuki masa purna tugas, TNI AU hadir melalui program perumahan non-dinas (TWP), berjalan sejak dua tahun terakhir dan secara bertahap dapat membangun sebanyak 1,130 rumah pada 2018 dan 1,854 rumah pada 2019 (on progress 1,441 rumah, sudah serah terima 413 rumah)
Selain perumahan, pertanggungan premi asuransi personel TNI AU, juga telah ditingkatkan 25% lebih besar dari sebelumnya. TNI Angkatan Udara juga memberikan santunan kepada 46 ahli waris prajurit yang gugur dalam tugas, beserta beasiswa untuk 75 putra putri sampai lulus sekolah.
Terima kasih atas pengabdian Marsekal TNI Yuyu Sutisna, yang turut mengembangkan peran dan profil TNI AU terus maju dan kokoh (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala