Home » » Sambut Normal Baru, Konsep Ekonomi Rendah Sentuhan Bakal Mengemuka

Sambut Normal Baru, Konsep Ekonomi Rendah Sentuhan Bakal Mengemuka

Posted by Indonesia Mandiri on Juni 10, 2020

Era normal baru meminimalisasi tatap muka sesuai protokol kesehatan pasca Covid-19
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Masuki era New Normal pasca pandemi Covid-19, banyak kebiasaan baru yang akan terdampak diberbagai sektor kehidupan, termasuk ekonomi. “Semakin lama langkah kesehatan dipertahankan, semakin mendasar pula perubahan perilaku dan gangguan ekonomi akan terjadi yang disebut dengan The Low Touch Economic atau Ekonomi rendah sentuhan," ujar CEO Hartanah Group Johny G dalam rilisnya (9/6).

Maksud The Low Touch Economy lanjutnya, adalah keadaan baru masyarakat dan ekonomi kita, secara permanen diubah oleh Covid-19. Ini ditandai dengan interaksi sentuhan rendah, kesehatan dan langkah-langkah keamanan, perilaku manusia baru, dan pergeseran industri permanen.

Menurut Johny, The Low Touch Economy kini tinggal bersama kita, dan ini menawarkan peluang tak terlihat bagi para inovator untuk membuat langkah berani. Langkah-langkah yang berani agar perekonomian terus berlanjut, seperti: Dalam konteks profesional, lantai pabrik didesain ulang untuk menjaga keselamatan pekerja, Robot mengganti interaksi manusia berisiko tinggi dalam bisnis jasa.

Dalam konteks keluarga, metode zoom pengasuh anak membantu orang tua di rumah sambil mengerjakan tugas atau bekerja. Jumpa dengan anggota keluarga yang Lanjut Usia (lansia) dari balik kaca karena orang muda rentan menularkan virus kepada orang Lansia. Dari dimensi sosial, membuat acara makan di luar lebih aman dan menyenangkan. Konser virtual mengganti acara offline, dan masih banyak lainnya.

"The Low Touch Economy akan menentukan hidup kita, setidaknya selama 1-2 tahun. Perusahaan yang sukses di era ini adalah mereka yang mengadaptasi model bisnis mereka untuk bekerja dengan langkah-langkah kesehatan yang berbeda dan tantangan lain yang disajikan karena Covid-19," jelas Johny.

Jadi, mengurangi interaksi fisik antara karyawan dan konsumen, adalah salah satu kendala yang paling nyata dalam bisnis pada umumnya, Itulah sebabnya muncul istilah "Rendah" Sentuh Ekonomi atau “Low” Touch Economy. Sementara ini kata Johny G, mengacu pada jarak fisik dan tindakan kebersihan, The Low Touch Economy juga memasukkan kendala, seperti larangan bepergian, tindakan pencegahan kebersihan seperti memakai masker, mencuci tangan, penggunan disinfektan.

Model pertemuan masif dibatasi, seperti : pernikahan, konser, rapat dalam jumlah besar, isolasi kelompok lanjut usia, dan banyak lagi. “Era The Low Touch Economy akan membawa banyak ketidakstabilan. Organisasi perlu beradaptasi dengan cepat, menyesuaikan strategi organisasinya agar bisa meminimalisir penyebaran virus sambil bisnis atau industri terus bergerak," paparnya.

Johny menambahkan, kehidupan masyarakat akan mulai kembali, namun tidak semuanya akan seperti semula. Banyak aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat agar Covid-19 berhasil ditekan. Maka bisnis, permintaan konsumen dan kegiatan sosial dengan cepat akan kembali normal dengan pemberlakuan pembatasan kesehatan, dimana lambat laut masyarakat pun jadi terbiasa dengan beradaptasi (ma).

Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala