Home » » Kasdam XVIII/Kasuari: Latihan Tempur Layaknya Sebuah Ibadah

Kasdam XVIII/Kasuari: Latihan Tempur Layaknya Sebuah Ibadah

Posted by Indonesia Mandiri on Juni 24, 2020

Disiplin bertempur bermula dari latihan yang tepat dan benar sesuai kurikulum
Manokwari (IndonesiaMandiri) – “Saya ucapkan terima kasih kepada pelatih yang sudah menyiapkan dengan baik. Walaupun kita berada jauh di ujung negeri ini, tetapi hal-hal teknis seperti materi keinfanterian (ilmu tentang taktik Infanteri) yang diberikan jangan sampai berkurang. Jangan asal-asalan atau asal lewat saja. Untuk itu, pada saat melatih, saya berharap para pelatih melatih para siswa di sini dengan sungguh-sungguh, karena hakikatnya itulah ibadah kalian nantinya,” ucap Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Ferry Zein dalam arahanya kepada para pejabat Rindam XVIII/Kasuari, seperti Danrindam serta para Pelatih, saat meninjau pelaksanaan Latihan Yuddha Wastu Pramukha (YWP) Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) Abituren Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II, di Rindam XVIII/Kasuari, Momiwaren, Manokwari Selatan, Papua Barat (23/6).


Kasdam mengingatkan kepada para pelatih untuk memiliki kesadaran dan inovasi dalam membangun realisme latihan secara sungguh-sungguh. Jadi, ada mekanisme untuk mengingatkan personel pendukung yang terlibat didalam latihan, sekaligus berani memberikan teguran kepada para siswa peserta latihan apabila tidak serius atau tidak benar dalam menjalani latihan.
"Kita harus membangun realisme latihan agar mereka (siswa) akan berlatih dengan sungguh-sungguh. Ini yang perlu," jelas Brigjen Ferry Zein. Kepada para pelatih, Kasdam berharap mereka menguasai materi-materi yang akan dilatihkan supaya para siswa mampu untuk memahami hal-hal yang kecil, terutama di tingkat regu.
"Saya berharap kepada pelatih menguasai hal-hal seperti ini jadi siswa harus paham hal-hal yang kecil terutama di tingkat regu. Inilah yang menjadi perhatian kita, terutama di dalam pemberian materi latihan," tambahnya. Kepada para siswa, kata Kasdam, agar melaksanakan disiplin tempur lapangan yang  benar-benar sesuai dengan teori yang diajarkan atau dengan kata lain, mempraktekkan teori sebenarnya.
"Ketika mereka (Siswa Dikjurtaif) nantinya bertugas di suatu tempat, maka ia akan ingat dulu pelatihnya pernah mengajarkan disiplin tempur. Mereka akan ingat pelatih-pelatihnya dulu mengingatkan contoh seperti sekarang. Itulah amal-amal pelatih kepada mereka selama mereka dinas dan memakai ilmunya. Dalam Islam disebut dengan amal jariyah," papar Kasdam.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala