Home » » Sinergi Riset Unpad-UnPancasila Dan Ilmenau Jerman Tentang Krisis Covid-19 di Indonesia

Sinergi Riset Unpad-UnPancasila Dan Ilmenau Jerman Tentang Krisis Covid-19 di Indonesia

Posted by Indonesia Mandiri on Mei 21, 2020

Salah satu hasil riset
Bandung (IndonesiaMandiri) – Pandemi Covid-19 di Indonesia tak lagi menjadi masalah kesehatan semata. Tapi sudah menjelma sebagai tantangan multidimensi. Pemerintah dan masyarakat dihadapkan pada berbagai keputusan sulit, baik di sektor kesehatan, sosial, ekonomi, maupun politik. Hal ini yang diteliti Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran dan Fikom Universitas Pancasila (UP) bekerjasama dengan Department of Empirical Media Research and Political Communication Technische, Universtät Ilmenau di Jerman melakukan penelitian bersama mengenai tema tersebut.

Penelitian menyorot opini publik tentang krisis Covid-19 pada umumnya dan bagaimana penggunaan media di masyarakat dapat mempengaruhi terbentuknya persepsi tentang krisis. Instrumen survei yang dipakai tim peneliti di Indonesia dan Jerman dengan konsep serupa, namun disesuaikan dengan konteks di masing-masing negara. Penelitian ini menggunakan metode survei representatif nasional dan pengumpulan data dilakukan melalui aplikasi digital yang dilaksanakan Jakpat Mobile Online Survey Indonesia. Rentang pengumpulan data dilakukan antara 27 April -18 Mei 2020 dan menjangkau 1114 responden dari seluruh provinsi di Indonesia.

Beberapa hal menarik ditemukan dalam penelitian ini, seperti 87% responden merasa virus Corona membahayakan kesehatannya dan 65% responden merasa takut tertular virus yang sampai 19 Mei 2020 kemarin menyebabkan kematian 1.191 orang di Indonesia dan lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia. Selain itu, penelitian ini menemukan, kebijakan pemerintah untuk membatasi penyebaran virus Corona dengan pelarangan mudik ternyata dapat dukungan mayoritas. Sebanyak 86% responden di seluruh Indonesia mendukung kebijakan pelarangan mudik. Ini menjadi hal menarik mengingat mudik telah menjadi ritual sosial masyarakat Indonesia.

Namun, mayoritas masyarakat mengakui pandemi ini dan penanganannya dirasa mengganggu kondisi perekonomiannya. Lebih dari 90% responden menyatakan, kondisi perekonomian keluarga mereka terganggu karena adanya pandemi. Dan, hanya 32% responden merasa marah terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat mereka sulit beraktifitas seperti biasa.

Dari riset memperlihatkan 70% responden menyatakan puas dengan kebijakan dari pemerintah pusat dalam mengatasi permasalahan Covid-19. Namun hal ini sangat mungkin untuk berubah mengingat disaat bersamaan, 72% responden juga setuju dengan pernyataan, pemerintah kewalahan saat mengatasi Covid-19. Selain itu, 46% responden merasa, mereka tidak memiliki pengaruh atas keputusan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Diteliti juga, sumber informasi dari masyarakat soal Covid-19 mengandalkan dari media massa dibanding langsung dari pemerintah. Hal ini terlihat dari pengakuan 82% responden yang mengaku sering mendapatkan informasi Covid-19 melalui siaran TV swasta dan 58% responden mengaku sering menonton siaran TVRI Pusat dan TVRI Daerah untuk mendapatkan informasi seputar Corona.
Selain dari media massa, hasil survei memperlihatkan, masyarakat lebih banyak mencari informasi melalui website asosiasi kesehatan atau dokter dibanding website resmi pemerintah. Temuan ini sejalan dengan trend internasional, masyarakat memiliki kepercayaan tinggi terhadap ahli kesehatan dalam pandemi Covid-19 ini. Tingginya pola konsumsi televisi untuk mendapat informasi seputar krisis Covid-19 di Indonesia ini juga searah dengan trend internasional.
Riset juga menunjukkan peran jurnalis masih sangat penting memberi informasi ke publik
Riset serupa dilakukan tim peneliti TU Ilmenau di Jerman menunjukan, trend penggunaan televisi oleh masyarakat Jerman saat krisis memperlihatkan gambaran serupa. Hanya bedanya, penggunaan TV publik di Jerman dalam mendapatkan informasi seputar Corona jauh lebih tinggi dibanding dengan TV swasta. Meskipun demikian, kondisi ini menunjukan, produk jurnalistik masih dinilai penting sebagai sumber informasi masyarakat di masa krisis. Jadi tak heran, 90% responden menyatakan setuju, jurnalis berperan penting beri informasi yang dibutuhkan seputar Covid-19.

Selain perolehan data di atas, di dalam penelitian ini secara keseluruhan terdapat 111 pertanyaan tentang persepsi, sikap dan emosi masyarakat terhadap pandemi Covid-19 dan bagaimana publik menggunakan media untuk mencari informasi seputar virus Corona selama beberapa minggu terakhir. Pendanaan proyek kerjasama penelitian ini sepenuhnya berasal dari tiga institusi yang terlibat di dalam penelitian, dan tidak didanai oleh lembaga lain (mr/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala