Home » » Pelestarian Elang Flores Perlu Perhatian Ekstra Karena Jumlahnya Kritis

Pelestarian Elang Flores Perlu Perhatian Ekstra Karena Jumlahnya Kritis

Posted by INDONESIA MANDIRI on April 18, 2020

Keberadaan Elang Flores di wilayah Nusa Tenggara jumlahnya kritis dan perlu penanganan ekstra
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Taman Nasional Tambora merupakan salah satu kawasan konservasi yang menjadi habitat Elang flores (Spizaetus floris) di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat/NTB. Elang flores di Taman Nasional Tambora memiliki penyebaran di beberapa lokasi, antara lain sekitar sungai Oi Marai Kawinda To’i, wilayah Desa Oi Pani’i dan wilayah Dusun Pancasila. Sesuai hasil survey yang dilakukan tim Balai Taman Nasional Tambora pada 2019 di site pengamatan Oi Marai, hanya ditemukan 2 ekor Elang flores dewasa dan 1 ekor anakan.

Elang flores merupakan jenis pemangsa yang tersebar di Pulau Lombok, Sumbawa, serta pulau kecil Satonda dan Rinca, dan tentunya Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur/NTT, dan umumnya di wilayah kepulauan Nusa Tenggara. Saat ini, populasi burung pemangsa ini sangat terbatas berkisar antara 100-240 individu dewasa (Rosary, 2019). Status populasi satwa ini menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) termasuk kritis (Critically Endangered/CR) atau satu langkah menuju kepunahan di alam.

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan Elang flores sebagai salah satu dari 25 spesies prioritas terancam punah, yang harus ditingkatkan populasinya. Oleh karena itu, perlu upaya serius untuk melestarikan burung langka ini,” ujar Kepala Balai TN Tambora Murlan Darmenia Pane )16/4).

Balai Taman Nasional Tambora tengah melakukan penyelamatan satu ekor Elang flores dari serahan masyarakat (15/4). Penyerahan satwa langka dan dilindungi ini, dilakukan warga Dusun Pancasila Desa Tambora, Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, secara sukarela. “Untuk selanjutnya, Elang flores tersebut akan kami tangani sampai kondisinya siap dilepasliarkan ke habitatnya,” jelas Murlan.

Elang flores tersebut, dievakuasi tim Balai Taman Nasional Tambora ke Kantor SPTN I Kore untuk mengurangi resiko serta perlu perawatan memadai oleh tenaga medis. Setelah itu dilepasliarkan ke habitat aslinya di Taman Nasional Tambora (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala