Home » » Benih Jagung Hibrida Kreasi Anak Bangsa Mulai Panen Di Rembang

Benih Jagung Hibrida Kreasi Anak Bangsa Mulai Panen Di Rembang

Posted by INDONESIA MANDIRI on April 29, 2020

Panen jagung hibrida dengan pendampingan Kementan sangat bagus, petani untung dua kali lipat dibanding sebelumnya
Rembang/Jateng (IndonesiaMandiri) – Kementerian Pertanian (Kementan) terus dorong kegiatan pengembangan petani produsen benih jagung hibrida berbasis korporasi petani. Tidak mau ketinggalan dengan tetanggnya yaitu Kabupaten Tuban, maka Rembang mengembangkan penangkaran benih jagung hibrida yang dirilis Badan Litbang Kementan varietas JH 37.

Alhasil, terkait hal ini kelompok tani di Kecamata Jatirogo Tuban yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Sale Rembang, telah membuktikan keberhasilan dalam memproduksi benih jagung hibrida varietas Nasa 29. Keberhasilan petani Jatirogo ini yang menginisiasi petani di Kecamatan Sale untuk menangkarkan benih jagung hibrida.

Syukur, salah satu petani di Kecamatan Sale,  hampir tak percaya hasil pembenihan tongkolnya begitu besar nyaris sama dengan lengannya. Dari hasil timbangan seberat 1 kg ada 4 tongkol. “Pada April ini petani berhasil panen benih jagung hibrida produk rakitan anak bangsa varietas JH 37 seluas 15 ha di Kelompok Tani Krinjo Makmur, Desa Sale, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang dengan hasil rata-rata 6 ton perhektar," kata Syukur (28/4). Syukur mengaku kelompok tani lain jadi termotivasi ingin ikut program korporasi jagung hibrida. Dirinya sangat bersyukur sekali mendapat bantuan korporasi jagung dari Kementan.

"Tak lupa saya ucapkan terima kasih atas dukungan seluruh jajaran Kementan, Dinas Pertanian, petugas lapang , dan PT Twinn yang diwakilkan Pak Eko dan rekanya yang selalu mendampingi saya dari nol cara buat benih hingga gropyokan saat didera ulat grayak siang malam," ujarnya.
Petani Rembang, Jawa Tengah, patut bangga karena sudah bisa olah sendiri benih jagung hibrida
Syukur mengungkapkan, biasanya pendapatan mereka dari tanam jagung konsumsi per hektar sekitar Rp 12 juta. Namun dengan koorporasi benih rata-rata jadi menghasilkan calon benih 6 ton/ha, dengan biaya produksi sebagian sudah pemerintah lewat koorporasi, maka petani bisa meraup untung sekitar Rp 31,5 hingga Rp 36 juta/ha. "Artinya, ada peningkatan pendapatan 2 sampai 3 kali lipatnya, Alhamdulillah," jelas Syukur dengan bangga.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Suratmin akui petani Rembang sangat antusias setelah melihat hasil panen Korporasi Benih Jagung April ini. Petani kian piawai bikin benih sendiri, tongkolnya besar-besar, hasil babat tetua jantan yang tidak terpakai dan masih hijau bisa untuk pakan ternak, serta yang menggembirakan ada perubahan kenaikan pendapatan petani. "Semula, Rembang di 2019 dapat bantuan Pengembangan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani seluas 55 hektar. Di 2020 ini alokasinya bertambah 3 kali lipat menjadi 169,5 hektar," kisahnya.

Pada kesempatan sama Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan Takdir Mulyadi berharap agar Rembang mampu mencetak produsen benih jagung hibrida rakitan anak bangsa yang handal, mandiri, inovatif untuk memenuhi. Arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yakni ke depan tiap wilayah tidak perlu lagi mendatangkan benih jagung hibrida dari luar provinsi. “Dengan begitu, petani bisa tepat waktu tanam sesuai kebutuhan petani. Korporasi kan tujuannya agar masyarakat tani lebih meningkat kapasitasnya," harapnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala