Home » » Wartawan Kritisi Fungsi Komunikasi Krisis Kemenparekraf Hadapi Covid-19

Wartawan Kritisi Fungsi Komunikasi Krisis Kemenparekraf Hadapi Covid-19

Posted by INDONESIA MANDIRI on Maret 31, 2020

Salah satu sektor terdampak besar dari pandemi global covid-19 adalah pariwisata
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Organisasi awak media Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) turut prihatin dengan perkembangan ancaman Covid-19 yang melanda Tanah Air. Dan, salah satu sektor yang paling terdampak adalah parowisata. Itu sebabnya, Forwaparekraf menyatakan pentingnya Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) segera mengaktifkan fungsi komunikasi krisis. Ada dua isu besar yang dihadapi oleh pemerintah saat ini, yaitu secara umum krisis nasional berkenaan dengan Covid-19, dan secara khusus krisis di sektor pariwisata dari dampak Covid-19.

Forwaparekraf merasa Kemenparekraf perlu menjalankan segera fungsi-fungsi komunikasi krisis khusus sektor pariwisata. Diharapkan, komunikasi tersebut bisa mengelola isu di tengah krisis, agar membangun pengertian hingga dukungan publik terhadap kebijakan dan langkah-langkah khususnya yang dilakukan oleh Kemenparekraf.

“Sebagai bagian dari pentahelix pariwisata, Forwarparekraf akan berperan aktif dalam menyampaikan kepada publik situasi terkini dan langkah yang telah dan akan dilakukan Kemenparekraf,“ ungkap Johan Sompotan, Ketua Forwaparekraf di Jakarta (29/3). Sementara Pembina Forwaparekraf Arifin Hutabarat mengusulkan, Kemenparekraf bikin Pokja (satu kelompok kerja saja) di dalam Biro Komunikasi untuk melaksanakan satu fungsi Crisis Communication Center, tanpa perlu menyebutnya crisis center. Pokja komunikasi itu melaksanakan issues management, yakni krisis di sektor pariwisata sebagai dampak dari wabah Covid-19.

Pokja ini mengeluarkan rilis (siaran pers) yang diproduksi sendiri sebagai informasi kepada media untuk menjawab pertanyaan publik termasuk industri dari kebijakan pemerintah menyikapi situasi ini.

Dengan demokian, fungsi komunikasi dua arah akan bisa menyerap aspirasi publik, menghimpun data dan fakta di lapangan. Tujuan dari upaya ini adalah tercapainya target pariwisata yang terarah, usai krisis dan dampak Covid-19 teratasi, seperti:
akseleasi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sektor pariwisata, pulihkan
peran pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar serta perannya menjadi “core economy” di Indonesia (ma).

Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala