Home » » Bila Lambat Sikapi Ancaman Covid 19, Jabatan Presiden Jadi Taruhan

Bila Lambat Sikapi Ancaman Covid 19, Jabatan Presiden Jadi Taruhan

Posted by Indonesia Mandiri on Maret 29, 2020

Seorang warga beri layanan gratis bagi siapapun yang lewat untuk cuci tangan hadapi ancaman covid-19
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Denny Januar Ali, konsultan politik yang juga pemilik lembaga riset Lingkaran Survey Indonesia/LSI, berpendapat, agar Presiden Jokowi segera berlakukan karantina wilayah. “Ini satu satunya cara agar virus corona tidak semakin menyebar ke aneka daerah. Apalagi akan ada arus mudik menjelang puasa dan lebaran, jelas Denny (29/3).

Menurut Denny, Indonesia tak mengenal istilah lockdown. Tapi Indonesia miliki konsep sendiri: karantina wilayah. Itu diatur dalam UU 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan. Masalahnya, ujar Denny, konsep karantina wilayah itu kewenangan pemerintah pusat. Tapi, sejumlah daerah kini mengambil inisiatif sendiri untuk melindungi wilayahnya, seperti di Solo, Bali, Tegal, Papua dan Maluku.

Denny Januar Ali, konsultan
politik dan pemilik lembaga riset
 Lingkaran Survey Indonesia
“Pemda ini memang bertindak tak sesuai aturan. Tapi persepsi publik memihak mereka. Pemda itu dianggap peduli,” jelas Denny yang berandil besar saat survey dengan penghitungan cepat (quick count) menentukan pemenang plipres di 2004, 2009 dan 2014.

“Jika Jokowi terlambat bertindak menerapkan karantina wilayah, dan penyebaran virus corona memburuk, sejarah akan menyalahkan Jokowi,”
lanjut Denny. Ia mengaca kasus di Itali dan Amerika Serikat karena lamban dalam bersikap untuk lockdown atau mirip karantina wilayah hadapi Covid-19, sehingga jumlah korban terpapar melebihi Cina.

“Kita jangan mengulangi kisah buruk Amerika Serikat dan Itali. Apalagi kesiapan sistem dan peralatan kesehatan kita tak sebaik dua negara itu. Yang penting harus ada aturan bahwa arus uang dan barang tetap lancar,” ungkap Denny yang menginginkan Jokowi jangan sekedar beri himbauan. Tapi harus bikin aturan tegas dengam sanksi hukuman fisik atau denda (ma).

Foto: Istimewa/abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala