Home » » Wamenparekraf Jelaskan Tantangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Era Digital

Wamenparekraf Jelaskan Tantangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Era Digital

Posted by INDONESIA MANDIRI on Sabtu, 14 Desember 2019

Kemenparekraf optimalisasi era digital untuk dongkrak potensj pariwisata dan ekraf
Bogor (IndonesiaMandiri) - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekaraf) Angela Tanoesoedibjo paparkan tantangan pariwisata di era kemajuan teknologi digital saat menjadi pembicara seminar sekaligus peluncuran Kampus Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) bertema "Revolusi 4.0 Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Era Industri Digital" di Kota Bogor (12/12).

Karena seperti diketahui, untuk membangun destinasi pariwisata dibutuhkan kolaborasi lintas kementrian/lembaga termasuk pemerintah daerah, contohnya, PUPR untuk akses jalan, Kemenhub untuk aksesibilitas, BKPM untuk investasi, dan sebagainya,” katanya. Angela juga menjelaskan, potensi jumlah wisatawan asing jumlahnya masih bisa ditingkatkan ke depannya.

“Artinya, kita harus memperhatikan, pengeluaran wisatawan asing sekali datang, cara berhitungnya, dari pengeluaran perharinya, dan jumlah lama hari di sini atau length of stay. Yang harus diusahakan kita bersama adalah dengan 1 wisatawan asing yang sama, bagaimana dia bisa spend lebih besar perhari,” ujarnya.

Angela menggarisbawahi untuk mendukung pengembangan akses, amenitas, dan atraksi destinasi wisata baru, atau sering disebut 10 Bali baru dan seluruh ekosistemnya. “Selain itu, pengembangan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan meningkatkan ekonomi di berbagai daerah,” jelasnya. Lalu, peningkatan kualitas SDM selain melalui jalur formal, namun juga dengan vocational training (reskilling/ upskilling) yang bersertifikat internasional dan diakui oleh industri.

Kemudian, mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan, seperti wish management, pengembangan energi, juga water management, inklusif terhadap komunitas kesetaraan gender, isu keamanan, dan banyak hal lainnya. Tak lupa disinggung soal promosi di era digital agar tepat sasaran. Ia mencontohkan, jika calon wisatawan menyukai aktivitas selam, promosinya harus tepat untuk para pencinta selam bukan hiking, begitu pula sebaliknya (pn/fm).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala