Home » » Taruna Akmil Asal Papua Selamatkan Korban Kecelakaan di Lautan Raja Ampat

Taruna Akmil Asal Papua Selamatkan Korban Kecelakaan di Lautan Raja Ampat

Posted by INDONESIA MANDIRI on Desember 30, 2019

Tiga Taruna Akmil bantu selamatkan korban kecelakaan speedboat di Perairan Raja Ampat
Raja Ampat (IndonesiaMandiri) - Tiga orang Putra Asli Papua yang tengah jalani pendidikan Taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat IV, yakni Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar) Daniel Mambrasar (Raja Ampat), Sermatutar Bima Mahuse (Merauke), dan Sermatutar Osvaldo Micibaroe (Sorong Selatan) yang sedang cuti, tiba-tiba menjadi pahlawan bagi 13 orang penumpang dan 2 orang kru perahu motor cepat ( speedboat) wisata Puteri Sion yang mengalami kecelakaan di perairan laut Raja Ampat, Papua Barat.

Ini disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri dalam rilis tertulisnya di Manokwari, Papua Barat (29/12). Ketiga Taruna Akmil tersebut sedang cuti Hari Natal dan Tahun Baru ke Papua Barat dari tempat mereka belajar menjadi Perwira TNI AD di Lembaga Pendidikan (Lemdik) Akmil, Magelang, Jawa Tengah.

Saat ketiganya pulang kampung, salah satunya Daniel Mambrasar berasal dari Friwen, Raja Ampat. Dua lainnya putra Merauke dan Teminabuan (Sorong Selatan), ingin melihat Raja Ampat. “Saat hendak kembali dari Friwen ke Sorong menggunakan perahu motor cepat (28/12) untuk mempersiapkan diri kembali ke Akmil, Magelang akhir 2019, disitulah kejadian heroik ketiga orang Taruna Akmil tersebut berlangsung," jelas Kapendam Kolonel Andi Gus.

Sabtu (28/12) sekitar pukul 12.10 WIT, ketiga orang Taruna Akmil Putra Asli Papua di perjalanan laut menggunakan perahu motor cepat milik keluarga Daniel Mambrasar, dari jauh mereka melihat ada perahu motor cepat lain dengan kecepatan tinggi melaju kencang mengarah ke kapal layar dipakai turis untuk kegiatan menyelam (diving).

Terlihat perahu tersebut berusaha menghindari tabrakan dengan kapal layar, namun nahkodanya tidak melihat ada sekoci gandengan yang berada/ditarik kapal layar itu, sehingga akhirnya tabrakan tidak terelakkan. Perahu motor cepat Putri Sion yang berisi 15 orang itu menabrak sekoci yang digandeng di perahu layar turis, berakibat robek besar di lambung kiri perahu motor cepat ( speedboat).

"Dari kejauhan, melihat kecelakaan yang terjadi di perairan sekitar Kabui Echo Resort Waisai itu, Sermatutar Daniel Mambrasar lalu meminta ke bapaknya yang menahkodai speedboat mereka naiki untuk merapat, karena dari kejauhan terdengar teriakan minta tolong dari para penumpang perahu yang bertabrakan dan akan tenggelam," kisahnya.

"Dengan spontan, Daniel Mambrasar dan rekan tarunanya Bima Mahuse lalu melompat ke laut dan berenang menuju Perahu Putri Sion yang mengalami kerusakan parah dan nyaris tenggelam itu untuk membantu mengevakuasi korban. Sedangkan rekannya Sermatutar Osvaldo Micibaroe menunggu di atas perahu yang mereka naiki untuk membantu menarik korban naik ke perahu motor cepat mereka," paparnya, mengutip cerita dari Sermatutar Daniel Mambrasar, Taruna Akmil TNI AD.

Kelimabelas orang (penumpang dan kru kapal) speedboat Putri Sion yang seluruhnya selamat beserta barangnya, selanjutnya dievakuasi ke Kabui Echo Resort menggunakan perahu Daniel Mambrasar. Sedangkan perahu Putri Sion ditarik dari laut ke bibir pantai untuk memudahkan evakuasi lanjutan oleh Tim SAR yang tiba di lokasi kecelakaan kapal laut itu.

Penyelamatan ini, menurut Kapendam XVIII/Kasuari, merupakan bentuk spontanitas dan wujud kepedulian mereka selaku calon Prajurit TNI AD, saat melihat kesulitan yang dialami rakyat sekelilingnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala